Devo: Belum Ada Penyampaian – UPEKS
ANEKA

Devo: Belum Ada Penyampaian

Soal Undangan Bela JK

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) meminta agar semua pihak yang berada di lingkaran Istana Negara untuk tidak berkhianat terhadap Presiden Joko Widodo. Pasalnya, PENA 98 mensinyalir, ada sejumlah elit dan menteri yang berpotensi mengkhianati Presiden.

“Kalau mereka mengkhianati (Jokowi), kita akan mancatat namanya satu per satu. Siapa pun itu,” kata Sekjen PENA 98, Adian Napitupulu dalam acara “Refleksi Gerakan Mahasiswa 98 Melawan Kebangkitan Orde Baru” di Graha Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin malam (15/5/17).

Politisi PDIP ini menegaskan, pihaknya telah mencatat sejumlah menteri yang berpotensi mengkhianati presiden dan pemerintahan yang dipilih secara demokratis oleh rakyat.
“Kalau misalnya kemudian Wakil Presiden juga mau mencoba-coba (khianati Jokowi), kita akan mencatat namanya. Dan kami harap, kerakusan-kerakusan untuk berkuasa tidak mengorbankan rakyat kita,” tegasnya.

Adian menekankan, jika ada orang atau kelompok yang pernah menjadi bagian dari Orde Baru ingin kembali berkuasa terhadap republik ini. Ia menyarankan, mereka untuk beristirahat dan menyerahkan kepada generasi yang lebih muda untuk memimpin republik ini.

“Berikan kita kepercayaan untuk memperbaiki bangsa yang kalian hancurkan selama 32 tahun. Kalian sudah menghancurkan bangsa ini 32 tahun dan kami tidak mau berjudi menyerahkan bangsa ini kepada kalian. Menjadi Presiden mungkin menarik buat beberapa orang. Berkuasa tidak salah di republik ini, yang menjadi persoalan adalah untuk berkuasa mengorbankan banyak orang, bahkan mengorbankan bangsanya sendiri. Saya tidak rela kalau itu terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, beredar informasi di media sosial (medsos), terkait undangan khusus dan mendesak untuk
membahas persoalan pencemaran nama baik Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Undangan yang disebarkan di Medsos tersebut berisi pertemuan akan digelar Rabu, (17/5) sore ini pukul 15.00 WIB di Wisma Perwakilan Sulsel, Jakarta.

Isinya meminta masyarakat Sulsel yang bermukim di Jabodetabek berkumpul disana untuk membicarakan persoalan pencemaran dan penghinaan terhadap nama baik Jusuf Kalla oleh Adian Napitupulu dan sejumlah Ahokers. Dalam undangan tersebut, surat ditembuskan ke Gubernur Sulsel dan Wali Kota Makassar.

Informasi itu langsung direspon cepat oleh Pemprov Sulsel. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel, Devo Khadaffi, membantah keras informasi tersebut. Menurut dia, hingga saat ini, belum ada penyampaian resmi ke Kepala Perwakilan Pemprov Sulsel di Jakarta mengenai pertemuan tersebut.

“Sejauh ini belum ada penyampaian resmi ke Kepala Perwakilan Pemprov Sulsel di Jakarta bahwa akan ada pertemuan membahas soal pencemaran nama baik Pak JK di Wisma Perwakilan Sulsel,” katanya.(eky/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!