Listrik Sering Padam, Komisi III Hearing PLN – Upeks.co.id
SULBAR - SULTRA

Listrik Sering Padam, Komisi III Hearing PLN

KOLAKA, UPEKS.co.id — Menyikapi keluhan pelayanan, Komisi III DPRD Kolaka hearing Kepala Kantor PLN Ranting Kolaka Wilayah VII Sulawesi. Pemicu keluhan, seringnya pemadaman dua hingga tiga kali sehari. Akibatnya kegiatan masyarakat terganggu, kata sejumlah anggota Komisi III saat hearing PLN Kolaka, kemarin.

Hearing ini diwarnai walk out anggota Komisi III, Hasbi Mustafa. Menurutnya, yang menghadiri hearing, Kepala Ranting PLN yang sudah domisioner.

Aksi meninggalkan ruangan juga diikuti Wakil Ketua Komisi III Rusman. Selain itu anggota Komisi III juga mengeluhkan Ketua Komisi III Edy Gunawan Arafiq tidak memberikan keleluasaan bertanya pada sejumlah pejabat PLN yang dihearing.

“Kalau begini, saya keluar saja, saya tidak suka kalau pertanyaan saya dipotong-potong, masa yang lain diberi waktu, sementara saya tidak diberikan keleluasaan, saya lebih baik keluar,”kata Hasbi dengan nada kesal.

Hal yang dipertanyakan warga, kata Syaifullah Haliq, mengapa PLN selalu melakukan pemadaman, padahal PLN sudah mendapat pasokan dari perusahaan Antam 5 MW.

Hj Jariah menyorot persoalan kenaikan pembayaran listrik. Lebih banyak matinya, makanya masyarakat sekarang mengatakan yang dibayar bukan menyalanya tapi matinya. Anehnya lagi, banyak padam, tapi pembayaran juga makin naik.

Kepala Ranting PLN Kolaka, Ihwan yang sudah demisioner karena baru menerima SK mutasi menjelaskan,soal suplai listrik saat ini mencukupi kebutuhan Kolaka, hanya saja menurutnya terjadi beberapa ganguan baik internal maupun eksternal yang tidak terporoteksi. “Sebenarnya sudah cukup, saat ini kita memiliki suplai 22,5 MW itu sudah termasuk dari suplai perusahaan Antam.

Selain itu kata Ihwan mesin sewa kita, sementara beban puncak sekitar 17 MW, hanya saja memang sering ada gangguan baik eksternal maupun internal yang belum terproteksi dan masih sulit ditangani.

Meski demikian, kata Ihwan, keterbatasan personil di PLN menjadi kendala namun tetap memaksimalkan pelayanan. Menyangkut kenaikan pembayaran, hal tersebut diakibatkan subsidi listrik beberapa kategori pelanggan sudah dikurangi.

“Jadi memang ada kenaikan, karena sesuai kebijakan pemerintah akan mencabut subsidi listrik, sehingga kenaikan pembayaran untuk beberapa kategori pelanggan sesuai keputusan pemenrintah, nantinya subsisidi listrik tersebut akan dihapus,”ujarnya. (pil/arf).

BERITA POPULER

To Top