Mahal, Pemprov Minta Direvisi – UPEKS
UTAMA

Mahal, Pemprov Minta Direvisi

Anggaran Pilgub Sulsel

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berencana melakukan revisi usulan anggaran Pilgub Sulsel 2018. Nilai anggaran untuk Pilgub yang mencapai Rp470 miliar dinilai cukup berat bagi keuangan daerah. Pilgub sebelumnya hanya Rp318 miliar.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, usai Rapat Paripurna Istimewa tentang rekomendasi atas laporan keterangan pertanggungjawaban Gubernur Sulsel tahun anggaran 2016, di Gedung DPRD Sulsel, Rabu (17/5/17).

Menurut Syahrul, usulan anggaran Pilgub Sulsel senilai Rp470 miliar terlalu tinggi. Nilai tersebut naik sebesar Rp152 miliar dibanding Pilgub sebelumnya yang hanya Rp318 miliar.
Komisi A DPRD Sulsel, lanjut dia, sebelumnya memang telah menyampaikan rencananya untuk melakukan revisi anggaran tersebut.

“Saya kira nilai itu terlalu besar buat pemerintah. Jadi memang harus dilakukan revisi, dan itu jadi tugas Dewan. Soal cukup atau tidak cukupnya anggaran tersebut untuk penyelenggaraan Pilgub nanti, saya kira kalau bicara anggaran atau dana, pasti tidak pernah cukup,” ungkapnya.

Sementara Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief mengaku, anggaran Pilgub Sulsel mengalami kenaikan dari lima tahun lalu, yang hanya Rp318 miliar. Kini naik menjadi Rp470 miliar. Sebenarnya, kata dia, nilai itu sudah turun dari usulan anggaran awal, sebesar Rp695 miliar.

“Itu karena kita menyusun anggaran tanpa melihat aspek sharing (berbagi). Karena berdasar pada Perda Perspektif regulasi. Tapi ternyata kita harus sharing dengan kabupaten/kota, yang juga menggelar Pilkada, maka ditetapkanlah nilai tersebut,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa Pilkada 2018 nanti, ada regulasi yang berbeda dibanding lima tahun lalu. KPU punya tugas tambahan, terkait fasilitasi kampanye yang cukup besar. Dan anggaran tersebut sudah dibagi berdasarkan kebutuhannya. Yang paling besar adalah untuk honor pengawasan sebesar Rp191 miliar yang didalamnya termasuk 80 Kelompok Kerja (Pokja).

“Selain anggaran pengawasan, yang penting juga adalah pemutakhiran data sebesar Rp12 miliar, verifikasi calon perseorangan Rp5,2 miliar, kampanye Rp76,8 miliar, logistik Rp32,8 miliar dan sosialisasi Rp10 miliar,” urainya.

Pihaknya menegaskan, alokasi anggaran itu betul-betul sudah dicermati, termasuk asumsi pasangan calon yang mendaftar, pada Pilgub nanti sebanyak tujuh pasangan. Terdiri atas empat pasangan calon partai politik (Parpol) dan tiga dari perseorangan.

“Empat pasangan dari Parpol tersebut dilihat dari porsi kursi di dewan. Sementara tiga pasangan perseorangan, karena tidak mungkin perseorangan lebih banyak dari parpol dengan syarat yang cukup berat,” pungkasnya.(eky/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!