SMART CITY

Fakultas Kedokteran Unismuh Jaga Mutu

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Agar tak dipandang sebelah mata, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) senantiasa menjaga kualitas alumni. Salah satu upaya yang dilakukan, selain membekali ilmu kedokteran, mahasiswa juga dibekali ilmu plus sebagai penunjang profesi.

Hal itu ditandaskan Rektor Unismuh Makassar, DR H Abdul Rahman Rahim,SE,MM saat yudisium dan pengambilan sumpah dokter ke-IX dan janji sarjana kedokteran ke-18 Fakultas Kedokteran Unismuh di Aula FK, Kamis (18/5).

Dalam kegiatan kemarin, 12 dokter diyudisium dan pengambilan sumpah serta 14 orang pengucapan Janji Sarjana Kedokteran. Dokter berprestasi diraih, dr Faradhibah Nur Aliah dengan IPK 3,37. Sementara itu, Sarjana Kedokteran Terbaik diraih A. Ardiatma,S.Ked. dengan IPK 3,66.

Yudisium dan pengucapan suympah kemarin dihadiri Wakil Ketua Muhammadiyah Sulsel, DR H Abdullah Renre dan puluhan orang tua mahasiswa kedokteran yang diyudisium/disumpah.

Dikatakannya, kualitas tidak terjadi begitu saja, namun ditunjang mekanisme perkuliahan by system transparan karena berbasis Informasi dan Teknologi (IT).

Menurut rektor, di hati para alumni, bukan hanya diisi ilmu kedokteran, tapi juga tercermin sosok dokter yang Islami.

”Jika ada pasien yang menghadapi sakaratul maut, dokter alumni Unismuh mampu menuntun hingga jazad berpisah roh. Jika kondisi menghendaki, dokter kita juga mampu memandikan jenazah,” kata Rektor Unismuh.

Sebelumnya Dekan FK Kedokteran Unismuh, dr. Mahmud Ghaznawie Ph.D mengemukakan, hingga Mei 2017, FK Unismuh mencetak 107 dokter dan 404 sarjana kedokteran.

Dikatakannya, sejak awal masuk, berlangsung seleksi sangat ketat. Diawali psikotes, tujuannya mendeteksi motivasi dan ketangguhan stres calon mahasiswa.

”Seorang calon dokter harus tangguh menghadapi stres, pertimbangannya, jika salah mengolah suasana stres, mahasiswa kedokteran sangat potensi jadi pasien,” tandas rektor yang disambut tawa hadirin.

Dibagian lain rektor menandaskan, terkait persaingan, tahun 2015, dari 43 alumni FK ujian nasional, lulus 35 orang. Selanjutnya 2016, tingkat kelulusan ujian tetap tinggi. Dari 67 peserta ujian, lulus 57 orang.

Dikatakannya, khusus mahasiswa yang memasuki fase profesi, harus lebih serius, karena itulah belajar dokter sesungguhnya. Untuk itu wajib mengetahui persis apa yang harus dilakukannya. (arf/ris)

Most Popular

To Top