PARLEMENTARIA

Koalisi Gemuk Masih Menarik

Golkar Jalin Komunikasi di Jakarta

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus menyatakan bahwa koalisi gemuk atau koalisi besar partai politik (Parpol) masih sangat menarik di Pilkada serentak, khususnya di Sulsel.

Bahkan menurut Nurmal, berdasarkan data yang dipegangnya lebih dari 85% pemenang Pilkada serentak baik itu pada 2015 maupun 2017 berasal dari usungan koalisi gemuk. Kemudian sisanya berkisar 15% pemenang Pilkada merupakan usungan koalisi kecil dan calon yang menempuh jalur independen.

“Jika ditanya seberapa besar koalisi partai politik bisa mendorong keterpilihan, itulah jawabannya. Artinya, koalisi besar masih sangat menarik dalam Pilkada,” sebut Nurmal melalui pesan WhatsApp.

Meski demikian, sambung Nurmal, kunci kemenangan usungan koalisi gemuk tentu ada pada pengendalian dan pembagian sistem kerja yang bagus. Dimana calon usungan harus menunjukkan sebagai seorang leader yang bisa mengayomi semua anggota tim dari berbagai partai politik.

“Kalau saya calon dan punya kesempatan mendapatkan lebih banyak parpol, maka tentu saya akan lakukan itu,” tandas Nurmal.

Lebih jauh, Nurmal menyindir calon yang menyebut koalisi besar tidak akan efektif di Pilkada. Dia menuding bahwa calon tersebut punya kemampuan terbatas untuk meraup lebih banyak parpol.

“Semua calon sebenarnya menginginkan sebuah dukungan koalisi besar. Terbukti mereka mendekati banyak partai politik. Tapi apakah mereka diusung?,” ujarnya.

Diketahui, di antara sejumlah partai politik, Partai Golkar yang terang-terangan berencana membangun koalisi besar untuk memenangkan Nurdin Halid di Pilgub Sulsel 2018. Padahal Golkar sudah cukup untuk mengusung Nurdin dengan 18 kursinya di DPRD Sulsel.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Idrus Marham menuturkan bahwa Partai Golkar ingin bersama partai lain membangun Sulsel. “Karena Sulsel ini besar, Sulsel ini majemuk, maka Sulsel ini harus dibangun bersama. Dan Partai Golkar pasti mengajak partai lain, harus dibangun bersama karena tidak bisa sendiri,” kata Idrus.

Menurutnya, koalisi dengan partai lain tidak begitu sulit diwujudkan. Sebab menurut Idrus, selama ini Partai Golkar memiliki hubungan yang sangat baik dengan seluruh partai politik di Indonesia.

Bahkan menurut Idrus, komunikasi politik sudah mulai terjalin dengan elit partai di Jakarta. Salah satu pembahasan dalam setiap komunikasi itu adalah terkait suksesi Pilgub Sulsel 2018.

Selain Nurdin Halid, calon lain yang membangun koalisi gemuk adalah Nurdin Abdullah. Bupati Kabupaten Bantaeng ini sudah mulai melobi sejumlah partai. Baik di tingkat provinsi maupun pusat.

Adapun Ichsan Yasin Limpo memiliki dua opsi untuk maju di Pilgub Sulsel yakni jalur independen dan jalur gabungan partai politik. Dia mengaku, saat ini timnya telah mengumpulkan hampir satu juta dukungan KTP dari syarat 7,5% dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Sulsel.

“Dua-duanya bisa, jalur parpol bisa, jalur independen juga bisa, Saya menargetkan sebanyak-banyaknya dukungan KTP, bahkan sampai 1 juta lebih,” ungkap Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel ini. (mah)

Most Popular

To Top