PERBANKAN FINANCE

Peminat Asuransi Ternak Masih Minim

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi asuransi ternak sapi di Sulsel sampai dengan April 2017, jumlah tertanggung sebanyak 827 ekor. Angka tersebut masih relatif minim jika bertolak dari incaranAsuransi Jasa Indonesia (Jasindo) tahun ini sebanyak 23.000 ekor di Sulsel.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua mencatat nilai premi dari jumlah tertanggung itu mencapai Rp197,320,000 dengan nilai pertanggungan Rp8,270,000,000.

Koordinator Asuransi Usaha Tani padi (AUTP) Jasindo Cabang Makassar, Makbul Fikry, mengatakan, bersama OJK perseroan kini tengah gencar memasarkan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) kepada para peternak sapi di Sulsel.

Sosialisasi untuk asuransi yang mekanisme dan pola pelaksanaannya hampir sama dengan Asuransi Padi ini, dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah.

“Pola sosialisasi sama dengan AUTP. Kami melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah,” aku Makbul kepada Upeks, saat mengikuti konferensi Pers OJK Sulampua, pekan lalu.

Kata Makbul, partisipasi wilayah potensial usaha ternak di Sulsel masih relatif minim. Peminatnya masih terkonsetrasi di dua Kabupaten, masing-masing Kabupaten Gowa dan Sinjai, sisanya tersebar di Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, Luwu Utara, Sinjai termasuk Kota Parepare.

“Hingga akhir Desember 2016 baru mencapai 4.451 sapi sehingga masih kurang 18.549 sapi untuk mewujudkan target awal. Untuk 2016 memang baru 4.451 sapi yang diasuransikan dan kami siap lanjutkan pada 2017,” jelasnya.

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Regional 6 OJK Sulampua, Andi Muhammad Yusuf, di Makassar, mengatakan, asuransi ternak melindungi tingkat kerugian peternak yang lebih tinggi lagi. Jika ikut asuransi ternak, para peternak tidak perlu lagi khawatir terjadi pencurian ternak bahkan jika ternak peliharaan warga mati, itu mendapatkan uang pengganti.

Selain itu, program asuransi ternak diharapkan semakin mempermudah peternak dalam melakukan peminjaman modal ke bank. Jika memiliki ternak yang diasuransi, maka pihak bantu tidak takut untuk memberikan penjaman karena ada ternak yang menjadi jaminan dalam bentuk asuransi.

Sementara itu, Kepala OJK 6 Sulampua, Bambang Kiswono, menambahkan, pihaknya intens berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mendorong sektor unggulan Sulsel (pertanian dan perikanan) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Salah satunya dengan memperluas sosialisasi asuransi ternak.

“Kami akan memperluas koordinasi TPAKD hingga ke tingkat Daerah Kabupaten Kota. Selain itu juga turut mendorong penyaluran KUR lebih banyak pada sektor pertanian dan perikanan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, AUTS merupakan asuransi untuk menjamin ternak sapi yang dimiliki peternak. Premi yang dibayar adalah Rp200.000 per tahun namun peternak cukup membayar 20% atau Rp40.000 dan sisanya disubsidi oleh pemerintah pusat yaitu 60% atau Rp160.000.

Kriteria Yang bisa diikutkan adalah sapi betina yang sehat dengan minimal 1 tahun dan peternak ergabung dalam kelompok ternak. Nilai yang dijamin per ekor adalah Rp10.000.000. (hry/suk)

Most Popular

To Top