Pengusaha Keluhkan Laskar Pajak Bapenda – Upeks.co.id
IMG-20170130-WA0037
SMART CITY

Pengusaha Keluhkan Laskar Pajak Bapenda

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pengusaha mengeluhkan aktivitas yang dilakukan laskar pajak milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar. Hal ini disampaikan owner Kios Semarang, Amin, Kamis (18/5/2017).

“Setiap ada yang bayar diikuti, naik turun tangga, jadi saya kasih tahu jangan mi begitu,” kata Amin.

Amin mengkhawatirkan, aktivitas laskar pajak berpotensi mengganggu kenyamanan konsumennya. Padahal, dia tidak mempersoalkan jika untuk mengambil data transaksi di restorannya.

Amin juga menyarankan agar laskar pajak yang bertugas tidak perlu naik turun tangga untuk melihat konsumen yang akan membayar. Pasalnya, mereka pasti capek, sebab kasir berada di lantai dua.

“Jadi, saya bilang nanti mau pulang baru catat semua, tidak adaji masalah, tidak ada yang disembunyikan omzet penjualan,” katanya.

Bahkan, Amin mengaku, penyetoran pajaknya lancar. Kewajibannya tersebut mencapai jutaan setiap bulan. Besaran pajak yang disetorkan tergantung dari jumlah tamu yang datang.
Sebelumnya, Sekretaris Bapenda Makassar, Suwiknyo menerangkan, laskar pajak direkrut untuk melaksanakan kegiatan di Bapenda Makassar.

“Laskar pajak cuma bagian dari kegiatan. Nama kegiatannya penungguan transaksi sehari penuh,” kata Suwiknyo.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pendataan potensi pajak di kota ini. Di mana, ada empat sektor pajak yang didata potensinya, yakni pajak restoran, hotel, parkir dan hiburan.

Sekira 110 personel laskar pajak ditargetkan mampu melakukan pendataan potensi 900 objek pajak pada 2017 ini. Karena itu, kegiatan laskar pajak tetap berjalan hingga akhir tahun nanti.

Lanjutnya, laskar pajak tidak hanya menetap pada satu objek pajak saja. Mereka pindah-pindah ke objek pajak lainnya.

“Mereka pindah objek karena satu objek pajak tidak ditunggui selama setahun. Kalau pembayaran kendor baru ditunggui lagi,” terang Suwiknyo.

Personel laskar pajak menunggu selama 10-15 hari. Sebab, pendataan selama itu sudah bisa disimpulkan besaran kewajiban pajaknya. Jika tren pelaporannya tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya maka objek pajak akan ditinggalkan.

Berbeda halnya kalau selama pendataan menunjukkan perbedaan yang siknifikan. Bapenda akan menghitung ulang kewajiban pajaknya. Kewajiban pajaknya tentu akan ditambah.

“Sebab, jika pelaporannya tidak sesuai, kita kehilangan potensi pajak yang besar, jadi ditunggui sehingga wajib pajak tidak bisa menghindari kewajibannya,” ujarnya. (rul/ris)

Click to comment
To Top