Atasi Permasalahan Anak Jalanan – Upeks.co.id
IMG-20170130-WA0037
ANEKA

Atasi Permasalahan Anak Jalanan

KOMUNITAS PEDULI ANAK JALANAN (KPAJ) MAKASSAR

PENGAMEN dan pengemis anak bukan pemandangan baru di kota-kota besar. Ada yang merasa kasihan dan prihatin, tak sedikit juga yang sinis dan tak peduli.

Anak jalanan dianggap sebagai sampah yang berjalan di perempatan-perempatan kota karena keberadaannya mengganggu pemandangan. Permasalahan anak jalanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah yang perlu penanganan terintegrasi dan komprehensif.

Pasalnya, hal ini tidak bisa lepas dari masalah sosial yang kompleks dan tidak bisa diatasi secara parsial. Tidak jarang, anak-anak jalanan sering mengalami kekerasan karena minimnya perhatian dan kepedulian publik tentang masalah sosial anak jalanan.

Ya, masyarakat saat ini sudah menelan mentah-mentah stigma negatif anak jalanan sebagai anak liar, kotor biang keributan dan pelaku criminal sehingga stgimatisasi ini tentu saja akan melahirkan tindakan-tindakan yang penuh prasangka dan cenderung akan mengesahkan jalan kekerasan di dalam menghadapi anak jalanan.

Menurut Sosilog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, permasalah anak jalanan tidak bisa lepas dari masalah sosial seperti kemiskinan dan kesejahteraan yang belum layak. Maka untuk survive hidup, mereka harus berada di tengah yang tidak layak. Sejatinya, hidup menjadi anak jalanan bukanlah merupakan harapan dan cita-cita seorang anak.

Mengatasi permasalah anak jalanan perlu kerja sama antarstakeholder (pemangku kepentingan), baik sektor pemerintah, swasta, maupun masyarakat makin diperlukan untuk membantu memecahkan permasalahan sosial, termasuk anak di Indonesia. Ini karena masalah yang dihadapi anak belum tuntas. Banyak anak yang masih belum mendapatkan pendidikan yang baik, termasuk sarana dan prasarana.

Berangkat dari keprihatinan hak-hak pendidikan anak jalan yang terabaikan, menjadi alasan bagi Ahmad Yani Dzu Hammah untuk terjun langsung membina dan memberdayakan anak jalanan di Kota Makassar. Ahmad bersama enam rekannya yakni Musafir, Afni, Wa Ode Sri Irnawati, Risman, Risma Yoyoga, dan Andi Obi, pun membentuk Komunitas Peduli Anak Jalanan Makassar atau KPAJ. Komunitas ini berdiri pada 1 Maret 2012.

Menurut Ahmad, komunitas ini memberikan kesempatan kepada anak-anak jalanan untuk memperoleh pendidikan yang layak agar nantinya dapat menjadi insan yang cerdas.

“Awalnya KPAJ Makassar saya bentuk, berangkat dari keprihatinan kepada anak-anak jalanan yang tidak pernah kenal lelah mencari uang untuk menghidupi keluarganya dengan cara memulung. Bahkan ada yang menjual tissu di tengah jalan sehingga tidak peduli lagi dengan pendidikannya,” sebut Pembina Komunitas Peduli Anak Jalanan, Ahmad Yani Dzu Hmmah.

Lebih lanjut, Mahasiswa Magister Pendidikan Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, menjelaskan bahwa KPAJ hadir dengan mempunyai visi dan misi merangkul semua anak-anak jalanan, kemudian membentuk karakter serta melakukan pendidikan.

Tidak hanya itu, KPAJ juga mengajak orang lain untuk peduli dengan anak-anak jalanan di Kota Makassar. Ahmad juga mengaku bahwa Komunitas Peduli Anak Jalanan Makassar ini sudah membina adik-adik jalanan sebanyak 70 orang, yang terbagi empat titik di Kota Makassar.

“Adik-adik jalanan yang kami bina di KPAJ itu sebanyak 70 orang di empat tempat, yakni adik-adik jalanan binaan KPAJ di BTP sebanyak 40 orang, sedangkan di Jalan Urip Sumoharjo tepatnya Fly Over sebanyak 19 orang serta 21 orang di Masjid Al Markas Makassar,” tukasnya. (mg05/mah)

Berikan Materi Pembelajaran Formal

AKTIVITAS anak jalanan yang ada di Kota Makassar setiap hari lebih dominan hanya mencari uang demi keberlangsungan hidup mereka. Tidak ada lagi yang memperhatikan pendidikan dengan alasan biaya.

Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) Makassar pun berusaha memberikan ruang dan waktu untuk berbagi ilmu dengan menurunkan seluruh anggotanya yang saat ini berjumlah 140 orang. Mereka turut andil berbagi dedikasi kepada adik-adik jalanan.

“Anggota KPAJ Makassar saat ini sudah berjumlah 140 orang. Setiap anggota memiliki tugas untuk berbagi ilmu kepada seluruh adik-adik jalanan,” pungkas Ahmad Yani Dzu Hmmah.
Adapun cara berbagi ilmu kepada anak jalanan, sambung Ahmad Yani Dzu Hmmah, setelah didatangi kemudian dibimbing dengan diberikan materi pembelajaran secara formal layaknya anak-anak yang sekolah formal.

“Proses pembelajaran inilah teman-teman KPAJ terapkan setiap mengajar, agar ketika ada ujian sekolah entah paket C dan B kami bisa ikutkan supaya mereka dapat ijazah,” tukasnya.
Kemudian Ahmad Yani Dzu Hmmah mengaku bahwa anak-anak jalan yang pernah ia bimbing sejak awal terbentuknya KPAJ sampai saat ini sudah bekerja semua. Bahkan sudah bisa memberikan terbaik buat KPAJ Makassar.

“Selain dapat kerja adik-adik jalanan yang pernah kami bina di KPAJ saat ini sudah ada berkeluarga,” bebernya.

Siapkan Ajang Kreativitas Santri

KOMUNITAS Peduli Anak Jalanan sudah menyiapkan ajang Kreativitas Santri atau AKSI. Kegiatan ini digelar Komunitas Peduli Anak Jalanan setiap pertengahan Ramadhan yang berpusat di jembatan layang Makassar atau Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo.

“Kegiatan ini akan berlangsung selama satu hari yang akan ditutup dengan buka bareng (Bukber) bersama dengan seluruh adik-adik jalanan yang tersebar di empat titik yakni Al Markas, Fly Over Urip Sumoharjo dan BTP,” terang Ahmad Yani Dzu Hmmah

“Kegiatan ini nanti akan dihadiri beberapa komunitas yang yang memiliki visi sama, juga beberapa teman-teman kita yang ingin merasakan indahnya berbagi bersama dengan adik-adik jalanan,” sambungnya.

Seperti bulan lalu, lanjut Ahmad Yani Dzu Hmmah, ada rekannya dari Universitas Hasanuddin (Unhas) sempat berbagi di Komunitas Peduli Jalanan (KPAJ) dengan memberikan kesempatan adik-adik jalanan di KPAJ membawa mereka di Trans Studio.

Ahmad Yani Dzu Hmmah berharap kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertengahan Ramadhan mendatang dapat berjalan dengan lancar. Mengingat bulan Ramadhan adalah penuh dengan berkah.

“Kami berpikiran barang siapa yang beramal di bulan Ramadhan maka rejekinya akan dilipat gandakan, dengan semangat ini KPAJ Makassar selalu mengelar kegiatan – kegiatan di bulan ampunan ini,” sebutnya.

Selain itu, Ahmad Yani berharap agar dinas terkait agar bisa peduli dengan adik-adik jalanan. Karena tidak menutup kemungkinan di antara mereka ketika diberikan kesempatan menuntut pendidikan mampu menjadi pemimpin masa depan. (mg05/mah)

PROFIL

Komunitas: PEDULI ANAK JALANAN (KPAJ)
Terbentuk: 1 Maret 2012
Pendiri: Ahmad Yani Dzu Hammah , Musafir, Afni, Wa Ode Sri Irnawati, Risman, Risma Yoyoga, dan Andi Obi
Anggota: 140 Orang
Tujuan: Membina dan Memberdayakan Anak Jalanan

Click to comment
To Top