Lahan Tambang Antam Dicaplok – Upeks.co.id
IMG-20170130-WA0037
INDONESIA TIMUR

Lahan Tambang Antam Dicaplok

KOLAKA, UPEKS.co.id — Lahan Antam Sultta di Konawe Utata (Konut) luas 16.920 hektare dicaplok dan dibagi bagikan kepada puluhan perusahaan tambang milik swasta. PT WAI dapat areal IUP 114,17 hektar, saat Saat Assad Sulaiman jabat Bupati Konut menerbitkan SK nomor 86 tahun 2012.

Pencaplokan lahan itu mengundag reaksi salah seorang anggota DPR RI, Adrian Napitupulu. Dikatakannya, Antam Sultra perusahaan plat merah dan sudah memiliki dokumen Izin Usaha Pertambangan(IUP) No.158 tahun 2010 diterbitkan pejabat Bupati Konut dan tidak bisa dibatalkan sepihak.

“Antam itu sudah lebih dulu mengantongi Surat Menteri Pertambangan dan Energi No.2330/201/M.SJ tanggal 10 Agustus 1995 tentang penetapan luas wilayah kuasa pertambangan eksploitasi untuk BUMN di Konut,” jelas Adrian.

Menurutnya sejak diputuskan Mahkamah Agung 2014 lalu, idealnya Antam sepenuhnya memiliki hak untuk melaksanakan kegiatan pertambangan di Konut.

“Anehnya, malah perusahaan tambang swasta kian masif menambang dan menjual ore nikel dari lahan Antam itu,” kata Adrian usai pertemuan Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) peringati 19 tahun reformasi di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta baru baru ini.

Dikatalannya keberanian PT WAI melabrak putusan MA dengan terus menambang di lahan Antam itu tidak akan mungkin berjalan sendiri tanpa adanya dukungan pihak tertentu baik di daerah maupun pusat.

Putusan MA, kata Adrian, putusan tertinggi dan berkekuatan hukum tetap. Jadi kalau pemprov tak segera mencabut izin PT WAI, Pemprov mengingkari putusan MA itu. (pil/arf).

Click to comment
To Top