SULSEL MEMBANGUN

PBB dan PDIP,  Lirik Mulyadi Mustamu

 JENEPONTO, UPEKS.co.id —  Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jeneponto 2018, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengusung Mulyadi Mustamu. Kembali mendapatkan partner koalisi sejumlah partai politik di Butta Turatea ini.
Kali ini, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) serius mengusung wakil Bupati Jeneponto itu maju di pilkada 2018 mendatang. Dukungan ini, setelah Wakil Bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu mendaftar di kedua Partai tersebut, Jumat (19/5/2017).
Sebelumnya, Mulyadi Mustamu juga mendapat tawaran dari Partai Amanah Nasional (PAN) bersama berkoalisi saat mendaftar di Partai tersebut beberapa waktu lalu.Ketua PBB Jeneponto Marsudi Lalang mengatakan, cuma Mulyadi Mustamu yang serius mendaftar di PBB.
Sementara bakal calon Bupati  yang sudah mengambil formulir hanya diwakili oleh tim dan pengurus partai lain.
“Keseriusan Mulyadi Mustamu sangat jelas, tidak diwakili mendaftar di PBB. Ini menandakan seorang pemimpin masa depan yang tidak mau di wakili mendaftar di partai untuk mendapatkan rekomendasi dari PBB,” ujar legislator PBB itu.
Kami bersama partai lain yang ditempati Mulyadi Mustamu mendaftar punya kesamaan visi dan misi dengan PBB. Ini bukti keseriusan Mulyadi Mustamu agar bisa didukung di pilkada nanti, kata Marsudi Lalang.
Menurut Marsudi Lalang, sejumlah pengurus partainya memutuskan untuk mencalonkan Mulyadi Mustamu sebagai bupati di Jeneponto. Hanya saja, kata dia, kita harus melalui mekanisme partai. Dia mengharapkan PBB, Hanura dan sejumlah partai lainnya bisa berkoalisi untuk mengusung Mulyadi Mustamu.
“Saya kira, Mulyadi Mustamu Karaeng Tinggi sudah pantas naik kelas. Pengalamannya sebagai wakil bupati akan mampu menjadikan Jeneponto BISA lebih baik di masa yang akan datang,” katanya.
Lanjut Marsudi Lalang, sangat berterima kasih kepada Mulyadi Mustamu yang telah memberikan kepercayaan kepada PBB.
Menurutnya, walaupun hanya memiliki dua kursi, PBB dipercaya oleh para kandidat yang akan maju di Jeneponto. Faktanya, hingga saat ini sudah delapan kandidat yang mendaftar mengambil formulir. Enam calon bupati dan dua calon wakil bupati.
Calon Bupati adalah, Iksan Iskandar, Mulyadi Mustamu, Muhammad Syarif, Baharuddin Nai, Baharuddin Baso Tika, Muhammad Jafar Tompo.
Sementara dua calon Wakil Bupati Paris Yasir dan Tahal Fasni.  Mereka semuanya baru mengambil formulir yang batas waktu sampai hari ini. Sementara pengembalian sampai Juni mendatang.
Senada Ketua DPC PDIP Jeneponto Kaharuddin mengatakan, cuma pak Mulyadi Mustamu yang serius mengambil formulir pendaftaran di Partainya. Kita di PDIP sangat berharap agar Pak Mulyadi Mustamu dapat bisa mengendarai PDIP ini maju di Pilkada. Apalagi Pak Mulyadi Mustamu adalah sahabat saya, saat sama-sama menjadi Kepala Desa beberapa tahun lalu.
“Kita berharap Pak Mulyadi Bisa mendapatkan rekomendasi dari Ketua umum PDIP Ibu Mega dan berkoalisi dengan partai lainnya, karena PDIP di DPRD Jeneponto hanya memiliki dua kursi. Sehingga butuh berkoalisi dengan partai lain, seperti Hanura, PAN, PBB dan PDIP,” katanya.
Berdasarkan jumlah kursi di DPRD, kekuatan koalisi empat parpol mencapai 13 kursi atau melebihi syarat minimal pemcalonan 8 kursi di legislatif. Sehingga, PDIP dan partai calon pengusung bisa berlaga di Pilkada 2017 mendatang memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto.
Bakal Calon Bupati Mulyadi Mustamu mengatakan, saya serius mendaftar di sejumlah Parpol untuk calon koalisi partainya di Hanura.
“Saya serius mendaftar mengambil formulir tanpa wakili, kandidat sendirilah yang harus datang mengambil formulir. Karena disitulah pimpinan Umum Parpol akan melihat keseriusan kita mendaftar maju sebagai bakal calon Bupati,” kata Mulyadi Mustamu. Sebab DPC akan membawa berita acara Pendaftar diserahkan ke ketua Umum Parpol, kata Wakil Bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu.(Penulis : Arif Lau)

Most Popular

To Top