Puluhan Satpol PP Terancam Ditahan – Upeks.co.id
SULAWESI SELATAN

Puluhan Satpol PP Terancam Ditahan

LAPORKAN ANGGOTA. Kasatpol PPTakalar, M Asdar melaporkan anggotanya ke Polres, baru-baru
ini. (foto: Jaharuddin/Upeks)

TAKALAR,UPEKS,Co.id—Aksi pengrusakan yang dilakukan puluhan anggota Satpol Pamong Praja sebagai wujud kekesalan belum dibayarkannya, Tambahan Tunjangan Pendapatan (TTP) berbuntu ke ranah hukum.

Terkait amukan tersebut, Kasatpol PP Takalar Drs Muh.Asdar M.Ap, laporkan puluhan anggotanya ke Polres Takalar, baru-baru ini.

Laporan buntut  amukan dan pengrusakan fasilitas kantor seperti kaca dan sejumlah perlengkapan kantor diobrak abrik, termasuk membanting kursi di ruang tunggu. Tindak lanjutnya, kepolisian telah melakukan olah TKP .

Aksi itu, konon dipicu kekecewaan puluhan anggota Satpol-PP, karena Tambahan Tunjangan Pendapatan, sudah enam bulan belum dibayar.

“Honor kami belum dibayar Januari hingga Mei. Terkesan, sangat tidak transparan dalam pengelolaan keuangan,” ujar anggota Satpol-PP yang minta identitasnya tidak ditulis, Rabu (24/05).

Saat mengamuk, beberapa anggota Satpol PP membakar sejumlah barang di depan kantor dan melempari kantor dengan batu. Akibatnya kaca jendela rusak dan 16 pot bunga pecah.

Ditemui di ruang penyidik Reskrim Polres Takalar, Kasatpol-PP Drs.Muh.Asdar,M.Ap membenarkan ada TTP belum dibayar. Prosesnya tahap pengusulan pembayaran honornya dan yang akandibayarkan sesuai tingkatan.

“Kami melapor pengrusakan kantor Satuan Pol PP, karena itu fasilitas negara. Sejumlah fasilitas seperti ceklock dirusak. Padahal itu, fasilitas negara,” ujarnya.

Hasil pengusutan sementara, tim penyelidik Polres Takalar sudah mengantongi beberapa nama yang diduga kuat melakukan pengrusakan di Kantor Satpol-PP, kata Asdar, kemarin.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP H. Andi Alimuddin, SH, menegaskan, pihaknya akan perintahkan pelaku pengrusakan, jika memenuhi syarat seluruhnya ditahan. Pelaku terancamdijerat pasal 170 KUHP, ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Meski baru tahap penyelidikan, namun beberapa nama mencuat dan diduga keraspelaku. Diantaranya,  Husain, Paharuddin, Muh.Tahir. Besar kemungkinan, masih ada nama lain, ujarnya.

“Kepolisian telah mengamankan barang bukti, batu, pecahan kaca, pecahan pot dan CCTV. Tindakan perusahan fasilitas negara itu sangat disesalkan,” tandas Alimuddin, Rabu (24/5/2017) sore. (Jaharuddin).

BERITA POPULER

To Top