Kondisi Pasar Penentu Kelangsungan Startup – UPEKS
ANEKA

Kondisi Pasar Penentu Kelangsungan Startup

National Startup Forum 2017

MAKASSAR,UPEKS– Potensi komoditi unggulan Sulsel di sektor pertanian butuh sentuhan perusahaan rintisan alias Startup berbasis digital. Diharapkan, peran Startup akan mengoptimalkan potensi tersebut.

Hal tersebut akan dibahas dalam National Startup Forum 2017 yang akan digelar di gedung Universitas Negeri Makassar (UNM) mulai 11-12 Agustus 2017. Rangkaian acara Hakteknas ke-22 ini mengangkat tema “Menumbuhkembangkan Startup Nasional Berdaya Saing Global”.

Ketua Umum Asosiasi Tech Startup Indonesia (Atsindo), Hardito Joewono mengatakan, forum ini untuk menumbuhkan potensi startup di daerah sehingga tidak hanya terpusat di wilayah Jakarta saja. Hal itu seiring potensi daerah yang butuh sentuhan Startup berbasis digital.

“Kita ingin sebar Startup-startup ke tempat lain, sehingga bisa menyebar di tanah air,” katanya dalam jumpa persnya di hotel Amaris Makassar, Rabu (9/8/17).

Dia menjelaskan, Startup harus berorientasi teknologi baik e-commerce alias digital murni dan bukan digital murni seperti pengembangan teknologi pertanian, pangan, perikanan dan kelautan.

“Banyak potensi di situ, utamanya di sini, di Sulsel. Misal, penemuan cabe warna-warni, ayam dengan teknologi bisa tahan penyakit. Termasuk potensi rumput laut, cokelat dan perikanan di Sulsel. Teknologi digital di sini hanya sebagai pendukung saja,” terangnya.

Sasaran utama, lanjutnya, yakni mahasiswa yang dinilai memiliki dasar keterampilan dan ilmu di dunia digital. Ini mempermudah untuk mengawali merintis perusahaan.

“Tapi, tidak harus mahasiswa juga. Pengusaha bisa datang tidak hanya dari kalangan mahasiswa. Sementara, peserta tercatat 500 orang. Bisa jadi akan bertambah karena animo di Makassar tinggi,” tuturnya.

Menurutnya, hal terpenting mendirikan dan bertahan di perusahaan startup harus tahu kondisi pasar termasuk kondisi politik. Banyaknya Startup yang gulung tikar dan tidak bisa bertahan karena tidak mampu menerapkan konsep itu.

Selain itu, tak kalah penting adalah kalkulasi keuangan yang terkadang dihadapkan pada kondisi menyusup dan terus menyusup hingga tata kelola keuangan rancuh dan memilih tutup.

“Padahal di depan kesuksesan sudah menanti. Ini titik krusial di kalkulasi finansial, salah hitung biaya keluar baru justru kebanyakan biaya banyak di hilir misal biaya sales man, promosi dan lainnya,” pungkasnya.

National Startup Forum 2017 diselenggarakan oleh National Startup Centre bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti dan UNM dengan dukungan dari Asosiasi Tech Startup Indonesia (Atsindo).

Sebelumnya, Ketua Startup Makassar, Dedy Triawan mengatakan, tahun lalu jumlah UMKM berbasis digital sebanyak 120 startup di Makassar. Masing-masing penyedian games 45 persen dan aplikasi 45 persen dan 10 persen pengadaan website.

Namun, lanjut dia, diperkirakan yang mampu tetap bertahan tahun ini hanya 10 persen dari angka tersebut atau tak lebih dari 12 startup. “Mereka tidak mampu berinovasi untuk bertahan,” katanya.

Menurutnya, pelaku Startup di Makassar dominan mahasiswa semester akhir. Selain tidak fokus dalam menggarap bisnis ini, mahasiswa cenderung hanya mengikuti trend digital tanpa menyusun strategi bertahan.

“Mereka selalu bercermin yang sudah berhasil. Gojek misalnya. Padahal Gojek sudah ada sekitar enam tahun lalu. Berdarah-darah di situ namun dikenal baru tahun lalu,” ujarnya.(hry/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!