Masjidil Haram Padat, JCH Tak Paksakan Diri Cium Hajar Aswad – UPEKS
ANEKA

Masjidil Haram Padat, JCH Tak Paksakan Diri Cium Hajar Aswad

Laporan dari Makkah, Arab Saudi
MAKKAH,UPEKS.co.id– Memasuki Hari kelima di Makkatul Mukarramah sejak meninggalkan Kota Madinah Al Munawwarah hari Senin (7/8/2017) lalu, Jamaah Kloter 2 UPG Embarkasi Makassar kembali mendapatkan bimbingan manasik dari para petugas haji.

Seperti yang dilakukan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 2 UPG Embarkasi Makassar H Muhammad Yunus, melakukan bimbingan manasik bagi jamaahnya di hotel 405 digelar di Mushallah Hotel. Materinya, antara lain pelaksanaan umrah sunat dan tata caranya, juga mengenai hukum mencium Hajar Aswad serta mengenai Dam dan Kurban.

Hukum mencium Hajar Aswad ini juga disampaikan pembimbing agar jamaah paham mengenai hukumnya. “Karena banyak jamaah yang memaksakan kondisi untuk mencium Hajar Aswad sementara kondisi Masjidil Haram berangsur-angsur semakin hari semakin dipadati jamaah, untuk itu jamaah dianjurkan tidak memaksakan diri mencium Hajar Aswad,” ungkap Kepala Kemenag Bantaeng ini melalui WhatsApp, Jumat (11/8/2017).

Disebutkan pemondokan JCH Kloter 2 UPG di Makkah ini terbagi dalam dua hotel yakni hotel No 403 dan Hotel No 405 yang berjarak sekitar 500 meter.

“Kondisi jamaah di hari ke 5 di Makkah umumnya sehat, kecuali dua orang dirujuk dan dirawat di KKHI dan satu orang dirawat di RS King Faisal Makkah,” lanjutnya.

Penyakit yang banyak diderita jamaah pada umumnya adalah batuk, karenanya petugas kesehatan Dr. Dwi Retno Juwita pada kesempatan ini juga memberi bimbingan dan penyuluhan kesehatan agar kondisi jamaah tetap terjaga kebugaran dan kesehatannya.

Sementara itu Ketua Kloter Mursidin, tak ketinggalan memberi penjelasan tentang pengaturan pembagian atau distribusi jatah makan siang dan malam sebanyak 12 hari di Makkah.

Menurutnya, jatah makan untuk kloter 2 UPG yang diberikan di hotel hanya sampai tanggal 19 Agustus 2017. “Selebihnya makanan jamaah ditanggung masing-masing, kecuali saat di pelaksanaan ARMINA (Arafah, Musdalifa dan Mina, red) jamaah kembali diberi jatah makanan sarapan pagi, makan siang dan makan malam selama Armina,” ungkapnya. (rls)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!