BPRS Asbisindo Dorong Interkoneksi Teknologi – UPEKS
KEUANGAN

BPRS Asbisindo Dorong Interkoneksi Teknologi

MAKASSAR, UPEKS–Kian banyaknya perusahaan fintech yang menggarap pasar sama, ditambah mahalnya biaya penerapan teknologi, membuat Kompartemen BPRS Asbisindo mengambil langkah mendorong interkoneksi penerapan teknologi antarbank berbasis syariah. Ini dinilai lebih efesien dan saling menunjang bisnis.

Wakil Ketua Kompartemen BPRS Asbisindo, Syahril T Alam mengatakan, agar tetap bisa bersaing, perkembangan teknologi wajib diikuti khususnya pengablikasian dalam upaya pengembangan bisnis BPRS.

“Setiap saat seluruh BPRS berupaya semaksimal mungkin agar teknologi meningkat sehingga bisa bersaing,” kata Syahril di acara seminar nasional dan Rakornas Kompartemen Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Asbisindo, di Hotel Aryaduta, Jumat (11/8).

Syahril bilang, munculnya perusahaan fintech yang menggarap pasar yang sama menjadi tantangan BPRS dalam penetrasi pasar. Sehingga, dibutuhkan terobosan berupa interkoneksi teknologi.

Interkoneksi teknologi, lanjutnya bisa dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan fintech dengan mencari lini bisnis yang bisa digarap secara bersama-sama untuk saling menunjang.

“Ada 167 BPRS di tanah air yang menggunakan teknologi dengan model yang berbeda-beda. Kalau BPRS besar pasti teknologi bagus. kalau aset di bawah Rp10 miliar pasti banyak manualnya. Apalagi pengaplikasian teknologi ini mahal,” jelasnya.

Kedua, mendorong dan meminta regulator dalam hal ini OJK untuk menciptakan teknologi yang bisa digunakan oleh seluruh bank syariah baik Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS) dan BPRS di tanah air.

“Kalau IT ini tercipta, maka akan sangat memudahkan bisnis BPRS. Nasabah BPRS di sini akan bisa menarik uang juga di Jakarta. Kendala BPRS itu kan, hanya bisa tarik uang di kantornya saja,” harapnya. Semua hal itu, tambahnya, akan dibahas dalam kerangka seminar nasional dan Rakornas yang mendatangkan regulator, OJK dan BI.

Ketua Pengarah Seminar dan Rakornas BPRS, Edi Sunarto, mengatakan perkembangan teknologi yang sangat pesat ini otomatis menjadi tantangan tersendiri bagi BPRS, yang melayani transaksi keuangan mikro secara syariah di Indonesia. Sehingga harus mampu beradaptasi dengan adanya kemajuan teknologi. “Pengembangan teknologi akan menjadi fokus utama rakornas di Makassar kali ini,” akunya.

Kegiatan di Makassar ini diawali dengan Pra-Rakornas yang diselenggarakan Kamis (10/8). Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) berkesempatan untuk mempersiapkan evaluasi program kerja semester pertama 2017. (hry/mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!