Tingkatkan Inklusi Perpajakan Masyarakat – UPEKS
UTAMA

Tingkatkan Inklusi Perpajakan Masyarakat

 

MAKASSAR,UPEKS– Guna menanamkan kesadaran pajak pada generasi muda Mahasiswa, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menggelar Pajak Bertutur untuk mengedukasi para mahasiswa mengenai pentingnya mengetahui guna dan manfaat pajak. Pajak Bertutur ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia pada 11 Agustus 2017.

Di Makassar sendiri, Pajak bertutur ini dilaksanakan di kantor DJP Kanwil Sulselbartra, dengan mengundang mahasiswa dari empat perguruan tinggi. Yakni, UNM, UMI, Universitas Bosowa dan Politeknik Makassar. Masing-masing mengutus 200 mahasiswa, kecuali Politeknik Makassar yang hanya mengutus 60 mahasiswa.

Kepala Kantor DJP Wilayah Sulselbartra, Eka Sila Kusna Jaya dalam sambutannya mengatakan, Pajak Bertutur adalah bagian dari upaya DPJ, Kemendikbud dan Ristekdikti bersinergi menanamkan kesadaran pajak untuk peserta didik maupun tenaga pendidik melalui integrasi kesadaran pajak melalui pendidikan. Seban, pajak memegang peran penting dalam bernegara.

“75% pembiayaan negara dipenuhi dari pajak. Jadi tidak alasan tidak punya atensi dan peran aktif untuk memenuhi pajak kita. Penanaman kesadaran memenuhi kewajiban perpajakan harus dimulai sejak dini, bahkan sejak kecil agar anak-anak punya kesadaran di masa mendatang agar mereka berkontribusi dalam pekerjaannya. Jadi jika besar sudah tidak dipaksa lagi, karena sejak kecil sudah diajar mengenai pentingnya pajak,” ujarnya.

Meskipun realisasinya sudah capai 75 persen, namun dibanding negara lain secara rasio pembayaran pajak masih tertinggal. “Itu karena kepatuhan pembayaran pajak kita masih tertinggal. Saya kasih contoh, dari 10 orang yang bekerja hanya 1 orang yang mempunyai NPWP. Dan dari 10 wajib pajak, hanya satu orang yang rajin membayar,” jelasnya.

Ketertinggalan kesadaran pajak ini memang menyata di masyarakat. Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani dalam paparan materinya melalui Video Conference yang ditayangkan serentak mengatakan, dari perbandingan tax rasio di 10 negara dalam hal membayar pajak, Indonesia di urutan 9 dengan rasio 10,8 persen. Hanya mengalahkan Tiongkok yang tax rasionya mencapai 10,4 persen.

Sri Mulyani berharap, melalui kegiatan Pajak Bertutur ini, kesadaran pajak bisa menjadi tinggi khususnya di kalangan mahasiswa yang sudah sebentar lagi dikenai wajib pajak. “Kita berharap, makin hari kesadaran pajak makin tinggi. Seperti mahasiswa yang sudah memasuki dunia kerja sudah seharusnya jadi pelopor kesadaran berpajak,” ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan, bayar pajak bukanlah suatu keterpaksaan, seperti yang selama ini dipikirkan oleh masyarakat. Namun, membayar pajak harusnya menjadi suatu kebanggaan, jika memang kita bangga menjadi warga Indonesia. “Maka mestinya kita membayar pajak karena kita bangga menjadi warga Indonesia, kita bangga ber KTP Indonesia, dan kita bangga ber-Paspor Indonesia,” ungkapnya.(mg3/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!