EDUKASI BUDAYA

Peserta Pimnas UMI City Tour, UGM ke Bantimurung, Undip Ziarah Makam Diponegoro

Dr H Andi Tamzil. (foto:Muh. Arafah).

MAKASSAR,UPEKS.co.id–Untuk melepas kepenatan setelah lomba poster plus dua hari presentase  Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Kampus II UMI, Sabtu (26/8) peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) refreshing dalam bentuk kunjungan wisata (city tour).

Lokasi city Tour, selain dalam kota Makassar, namun ada juga rombongan Pimnas dari Universitas  Gajah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip) rencana rekreasi ke Permandian Bantimurung dan Wisata alam Karst Rammang-rammang, Kabupaten Maros.

Demikian Ketua Bidang City Tour Pimnas ke-30 UMI, Dr H Andi Tamzil kepada wartawan di Media  Centre Pimnas UMI,Jumat malam (25/8).

Andi Tamzil yang didampingi Kabid Publikasi dan dokumentasi UMI itu menambahkan, untuk dalam kota Makassar, lokasi tujuan Benteng Rotterdam, Anjungan Pantai  Losari, Masjid Terapung Losari, kawasan perbelanjaan ole-ole khas Bugis Makassar di Jl Sombaopu,  Trans Studio dan Masjid Al-Markaz Al Islami.

”Ada pula rombongan Pimnas, khususnya dari perguruan tinggi asal Jawa Tengah, rencana ziarah ke  Makam Pahlawan Nasional, Pangeran Diponegoro,” tandas Tamzil.

Terkait pelaksanaan city tour itu, kata Tamzil, panitia pelaksana menanggung transportasi dalam kota (free) dan konsumsi, kecuali tiket masuk seperti di Trans Sudio dan Bantimurung tak ditanggung.

”Sebagai bentuk atensi, panitia telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Maros, sehingga tarif  masuk diturunkan, dari Rp25 ribu jadi Rp12.500. Begitupula, Trans Studio, dari Rp150 ribu jadi  Rp90.000,” ujar dosen Fakultas Perikanan UMI itu.

Sebelumnya Ketua Panitia Pimnas 2017, Prof Dr H Achmad Gani saat pembukaan Pimnas melaporkan, Pimnas ke-30 di UMI  ini diikuti 89 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) dari seluruh Indonesia.

”Jumlah total tamu dari luar Sulsel itu lebih 2000 orang. Khusus peserta lomba 1.845 orang, ditambah official dan pendamping,” tandas Achmad Gani.

Andi Tamzil menegaskan, dari sisi ekonomi multi effect kedatangan 2.000 lebih peserta Pimnas itu  sangat luar biasa.

Pertimbangannya, banyak sektor ekonomi yang bergerak.Termasuk
hotel/penginapan, kuliner, bisnis UKM, transportasi, bisnis catering dll.

”Idealnya, peluang itu seharusnya ditangkap Dinas Pariwisata Sulsel atau Pemkot Makassar untuk  promosikan potensi wisata daerah di lokasi Pimnas. Misalnya membuka stand khusus di areal lokasi  Pimnas atau kegiatan lainnya kerjasama Asosiasi Travel (ASITA) terkat promosi wisata daerah,” ujar  alumni SMAN 5 Makassar itu.

Pertimbangannya, peserta Pimnas 2017 ini datang dari berbagai provinsi. Sekembalinya ke  daerahnya, otomatis mereka akan berbicara pada keluarga,sahabat,mitranya tentang Makassar. Tapi  sayang sekali, kesempatan itu berlalu tanpa dimanfaatkan promosi wisata daerah,” kata Tamzil. (arf).

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!