Temuan Uang Palsu 276 Lembar – Upeks.co.id
PERBANKAN FINANCE

Temuan Uang Palsu 276 Lembar

 

 

MAKASSAR, UPEKS — Temuan uang palsu (Upal) tidak pernah ada habisnya. Meski angkanya fluktuasi sejak awal tahun 2017, namun di Juli temuan Upal sebanyak 276 lembar lebih tinggi dari bulan sebelumnya 211 lembar.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso menuturkan, adanya temuan uang palsu tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dan perbankan semakin memahami keaslian uang yang diterimanya sejalan. Hal ini sejalan dengan semakin intensifnya kegiatan sosialisasi keaslian uang rupiah dan kegiatan kas keliling yang dilakukan oleh Bank Indonesia ke berbagai daerah.

“Untuk itu, Bank Indonesia akan terus menggalakkan kegiatan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada berbagai lapisan masyarakat di banyak daerah, sehingga pemahaman masyarakat tentang uang rupiah asli semakin meningkat dan peredaran uang palsu menurun,” kata Bambang, kemarin.

Dalam rangka clean money policy, lanjut Bambang, sosialisasi ciri-ciri keaslian rupiah dan edukasi, tata cara memperlakukan rupiah, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan ekspedisi layanan kas ke Kepulauan Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T) pada tanggal 22 – 29 Agustus 2017 di tujuh pulau yaitu Pulau Kalukalukuang, Dewakang, Marasende, Sabaru, Pamantauan, Doangdoangan Lompo dan Kanyurang.

Secara keseluruhan, angka temuan upal cenderung fluktuatif. Temuan uang palsu pada Januari 2017 tercatat mengalami kenaikan. Dari 292 lembar, naik 2,26 % dari dengan temuan bulan sebelumnya sebanyak 235 lembar.

Uang pecahan Rp50 ribu adalah yang terbanyak dipalsukan, yaitu 172 lembar (58,90 %), diikuti pecahan Rp100 ribu sebanyak 119 lembar (40,75%) dan pecahan Rp20 ribh sebanyak 1 lembar (0,34%).

Menurut lokasi pada periode tersebut, temuan uang palsu terbanyak berada di Kota Makassar sebanyak 276 lembar (9452%), diikuti Kota Parepare sebanyak 1 1 lembar (3,77%) dan Kabupaten Bone sebanyak 5 lembar (1,71 %).

Peningkatan temuan palsu tersebut diakui bank sentral bahwa masyarakat dan perbankan semakin peduli dan sadar untuk melaporkan kepada Bank Indonesia apabila menemukan uang palsu atau meragukan keaslian uang yang diterimanya. (hry/mah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top