BI Arahkan Transaksi Berbasis Digital – UPEKS
KEUANGAN

BI Arahkan Transaksi Berbasis Digital

 

MAKASSAR, UPEKS — Bank Indonesia terus mengawal perkembangan sistem pembayaran agar tetap mampu memelihara kestabilan nilai rupiah. Ke depan, sistem pembayaran diarahkan ke transaksi berbasis digital untuk mendukung transaksi non tunai di tanah air.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso menjelaskan, hingga saat ini, penetrasi penggunaan non tunai di Indonesia masih sangat jauh jika dibandingkan dengan kawasan sekitar. Di Singapura, Malaysia dan Thailand, nilai transaksi non tunai sudah mencapai nilai di atas 80%, Singapura bahkan 90% lebih.

Sementara itu, pada akhir 2016 baru sekitar 58% transaksi ritel di Indonesia yang menggunakan non tunai. Di Sulawesi Selatan, upaya transaksi non tunai juga dilaksanakan melalui elektronifikasi pembayaran jalan tol. Saat ini, jumlah penggunaan uang elektronik di jalan tol masih dibawah 10%.

Pengembangan sistem pembayaran ke depan, lanjut Bambang, diharapkan dapat menjadi salah satu katalisator sumber pertumbuhan ekonomi baru yang pada akhirnya menjadi salah satu fundamental ketahanan ekonomi nasional. Antara lain dengan pengembangan transaksi berbasis digital melalui pengembangan startup company, transaksi e-commerce dan Fintech.

“Dengan demikian akan memunculkan entitas-entitas ekonomi baru yang lahir dari perkembangan teknologi yang tentunya perlu didukung oleh perbankan dan infrastruktur teknologi yang memadai,” kata Bambang dalam sambutannya di acara Launching Forum Sistem Pembayaran Sulawesi Selatan di Hotel Novotel, Makassar, Kamis (7/9) kemarin.

Bambang menyebutkan, sesuai Undang-Undang BI, sistem pembayaran yaitu sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

Sistem pembayaran dimulai dari sistem barter, penggunaan alat tukar dari komoditas hingga menggunakan logam berharga, uang giral hingga uang elektronik. Dari sisi perbankan, beberapa dekade lalu, inovasi sistem pembayaran kemudian berkembang menggunakan kartu dan yang saat ini yang paling mutakhir menggunakan sarana teknologi informasi.

Hal baru yang juga saat ini tumbuh pesat, ujar Bambang, yaitu perusahaan penyedia layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (FinTech). FinTech memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan kapan saja dan di mana saja.

“FinTech juga berpotensi untuk menjembatani kebutuhan dan menggerakan kegiatan sektor usaha kecil dan mikro, serta masyarakat secara luas sekaligus turut mendorong inklusi keuangan,” jelasnya.

Tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah (Pasal 7 UUBI), antara lain dengan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran (Pasal 8 UUBI).

Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, BI berwenang (Pasal 15 UUBI) yakni melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran dan mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya serta menetapkan penggunaan alat pembayaran. “Urgensi sistem pembayaran tidak dapat dipisahkan dari aktivitas manusia sehingga perannya menjadi sangat vital dan strategis dalam perekonomian,” tuturnya. (hry/mah)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!