Selain PLTB, Sulsel Juga Bisa Punya PLTGL‎‎ – Upeks.co.id
POLITIK

Selain PLTB, Sulsel Juga Bisa Punya PLTGL‎‎

MAKASSAR, UPEKS.co.id – Bakal Calon Gubernur Sulsel, DR Ir H Abdul Rivai‎ Ras MM MS MSi (Bro Rivai) mengapresiasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkekuatan 75 MW di Sidrap. Menurut pakar kemaritiman ini, Sulsel juga menambah pasokan listrik dengan memanfaatkan laut.

Salah satu program pembangunan maritim yang dicanangkan Pelopor dan Pendiri Universitas Pertahanan Indonesia ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) yang rencananya di bangun di Selat Makassar dan Laut Selatan Sulsel.

Saat ini Sulsel kekurangan 175 MW listrik, dan PLTGL diyakini mampu menutupi kekurangan itu tanpa merusak lingkungan karena beremisi nol dan dengan biaya yang jauh teramat murah dibanding Pembangkit Listrik konvensional.

“Dari 30 wilayah laut potensial bagi PLTGL, Selat Makassar dan Perairan Selatan Sulawesi adalah dua lokasi yang paling menjanjikan. Apakah itu instalasi on-shore atau off-shore, itu tergantung hasil penelitian nanti yang mana lebih efektif dan efisien. Kalau memungkinkan kita bangun di dua lokasi ini,” kata Bro Rivai, Kamis (14/9/2017).

Air laut 800‎ kali lebih padat dibanding udara, olehnya kepadatan energi dari gelombang laut melebihi angin berkali-kali lipat, secara dramatis hal ini juga meningkatkan jumlah energi yang tersedia untuk dipanen.‎

‎Menurut data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI) secara teoritis, total sumber daya energi laut nasional sangat melimpah, meliputi energi dari jenis panas laut, gelombang laut dan arus laut, yaitu mencapai 727.000 MW. Potensi energi laut yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan teknologi sekarang dan secara praktis memungkinkan untuk dikembangkan, berkisar antara 49.000 MW. Di antara potensi sedemikian besar tersebut, industri energi laut yang paling siap adalah industri berbasis teknologi gelombang dan teknologi arus pasang surut, dengan potensi praktis sebesar 6.000 MW.

‎Pembangkit listrik ini memiliki berbagai kelebihan, seperti energi bisa diperoleh secara gratis, tidak memerlukan bahan bakar, tidak menghasilkan limbah, dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai, serta ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan limbah padat, cair maupun gas.

Bro Rivai yang juga merupakan Dosen Pascasarjana Universitas‎ Indonesia, menjelaskan, ada banyak metode memanen energi dari gelombang laut atau ombak, ‎mulai dari teknologi Pelambung Rakit Cockerell, Wave Surge, hingga Oscillating Water Column.

“Tetapi yang paling menjanjikan adalah teknologi model ‎pelamis, model olyster, ataupun model ceto. Karena masing-masing turbin dari model-model ini bisa menghasilkan listrik lebih dari 2,25 Megawatt. Daya sebesar itu cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik 1500 rumah selama satu tahun,” ujar Alumni Elliot School of International Affairs, George Washington University di Amerika Serikat ini‎.

‎Dijelaskan, sudah banyak negara berhasil mengembangkan PLTGL, salah satu yang paling sukses adalah Inggris yang 25% daya listriknya dipasok dari panen energi gelombang.‎ Kelautan Inggris Foresight Panel memperkirakan bahwa  0,1% dari energi laut sudah cukup untuk memasok lima kali kebutuhan energi listrik global. (rls)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top