Bank Sulselbar Cari Dana Segar – Upeks.co.id
KEUANGAN

Bank Sulselbar Cari Dana Segar

#) Terbitkan NCD Rp125 Miliar

MAKASSAR, UPEKS–Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik pemerintah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah menerbitkan  Negotiable Certificate of Deposit (NCD) atau sertifikat deposito senilai Rp125 miliar. Langkah ini sebagai upaya mencari dana segar untuk kebutuhan likuiditas.

Direktur Pemasaran Bank Sulselbar Rosmala Arifin, mengatakan NCD telah diterbitkan sejak Februari tahun ini. Dengan NCD ini, BPD memiliki instrumen simpanan baru.

“Kita juga akan tetap menerbitkan obligasi jika sudah diperlukan, lebih ke pengadaan instrumen aja. Jadi jika dibutuhkan kita sudah banyak pilihan,” katanya kepada Upeks, Senin (2/10/17).

Ia bilang, penerbitan NCD ini merupakan penerbitan perdana sehingga, nominalnya masih relatif kecil sebesar Rp125 miliar. “Dengan NCD, kita bisa dapat dana segar untuk kebutuhan likuiditas,” ujarnya.

NCD tersebut, lanjutnya terbagi menjadi tiga seri. Seri pertama, periodenya 6 bulan, seri kedua, 9 bulan dan seri 3 periodenya hingga 12 bulan. “Sudah ada yang jatuh tempo, tapi masih ada juga yang sisa,” tuturnya.

Ke depan, tambahnya, penerbitan NCD akan tetap disesuaikan dengan kondisi likuiditas. “Kalau butuh, ya kita terbitkan lagi sesuai nominal yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, Bank Indonesia (BI) menilai, perbankan membutuhkan instrumen simpanan baru. Tanpa instrumen baru, bank yang akan menyalurkan kredit harus mencari tambahan deposit. Itu menyebabkan naiknya bunga simpanan, terutama untuk bunga deposito special rate.
Padahal, suku bunga acuan atau BI Rate tetap, tapi suku bunga simpanan terus meningkat. “Jika dibiarkan, hal tersebut akan menggerus margin perbankan,” ujarnya.

Menurutnya, harus diciptakan instrumen lain selain deposit, tapi sekaligus bisa dikategorikan sebagai deposit. Instrumen itu harus memenuhi syarat kehati-hatian, pemeringkatan, dan memiliki konsep perlindungan investor.
Instrumen baru yang ditawarkan adalah Negotiable Certificate of Deposit (NCD). NCD adalah sertifikat deposito yang diterbitkan perbankan dengan tenor jangka pendek. Suatu bank yang memiliki LDR di atas 92 persen dan ingin menyalurkan kredit dapat mengeluarkan NCD.

Mirza mengatakan, instrumen ini sebaiknya dibeli asing sebagai pihak yang memiliki dana berlebih.

“Kalau untuk yang dibeli dalam negeri itu hanya pemindahan deposit ke NCD, itu hanya akan membuat bunga deposito tambah tinggi karena bank yang kehilangan deposit hanya akan mencari lagi depositnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, instrumen tersebut akan membuat pertumbuhan perbankan berkelanjutan ke depannya. BI saat ini masih mendiskusikan hal tersebut dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia berharap, aturan mengenai instrumen tersebut dapat keluar tahun ini. (hry/mah)

BERITA POPULER

To Top