Pertumbuhan Kredit di Sulsel Terkerek – Upeks.co.id
KEUANGAN

Pertumbuhan Kredit di Sulsel Terkerek

 

 

 

MAKASSAR, UPEKS– Kredit perbankan di Sulsel pada Agustus 2017 tumbuh sebesar 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Angka itu sedikit lebih rendah daripada pertumbuhan pada bulan sebelumnya (6,8%, yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso menyebut, perlambatan tersebut disebabkan oleh penurunan kredit investasi -6,1% (yoy). Sementara itu, kredit konsumsi dan kredit modal kerja masih menunjukkan pertumbuhan positif, masing-masing tercatat tumbuh sebesar 9,6% (yoy) dan 9,1% (yoy).

“Sedikit lebih rendah pertumbuhan penyaluran kreditnya, tapi tetap tumbuh,” kata Bambang dalam jumpa persnya, Selasa (3/10/17).

Bambang menyebut, berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan kredit tertinggi tercatat pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial (44,2%, yoy), diikuti lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (39,5%, yoy), dan lapangan usaha perikanan (31,7%, yoy).

Sementara itu, lanjutnya untuk kredit UMKM tercatat tumbuh sebesar 6,4% (yoy) lebih tinggi daripada pertumbuhan total kredit perbankan. Kredit UMKM di Sulsel pada Agustus 2017 tumbuh 6,4% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (8,0%, yoy). Kredit modal kerja tercatat tumbuh 9,4% (yoy). “Kalau kredit investasi tumbuh membaik meskipun masih terkontraksi sebesar -0,3 persen (yoy),” ujarnya.

Dilihat dari skala usaha, tambah Bambang, pertumbuhan kredit UMKM tertinggi dicatat oleh kredit mikro (12,5%, yoy) diikuti kredit kecil (8,7%, yoy). Sementara kredit menengah sedikit terkontraksi -1,1% (yoy).

“Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan kredit UMKM tertinggi adalah pada lapangan usaha industri jasa kesehatan dan kegiatan sosial 55,6% (yoy), diikuti lapangan usaha perikanan 32,4%, (yoy), dan pertanian, perburuan, dan kehutanan 28,5% (yoy),” pungkasnya. (hry/mah)

BERITA POPULER

To Top