Sembilan Listrik Desa Diresmikan – UPEKS
UTAMA

Sembilan Listrik Desa Diresmikan

BAU-BAU,UPEKS– PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar terus menggenjot program listrik desa (Lisdes) yang ditargetkan akan 100% terlistriki pada akhir tahun 2018. Terbaru, kembali melistriki sembilan Desa di Bau-bau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kali ini delapan desa di lima Kecamatan, yakni Parigi, kabangka, Kulisusu barat, Kamboja dan Tomia timur. Di 3 Kabupaten antara lain muna, Buton Utara dan Wakatobi, Bau-Bau, Sulawesi Tenggara yakni desa Tanjung batu dusun lamanu, desa wasungi dusun mogajaya, desa lauki, desa marga karya, desa lahumoko, desa soloy agung, desa dete dan desa Kulasi.

“Ditambah Desa Rahmat dan yang sedang proses pembangunan di Desa la humoko tapi akan rampung juga tahun ini jadi sekalian diresmikan. Keseluruhan jadi 9 Desa,” kata Arief Budi Kurniawan, Manajer Area Bau-Bau, saat peresmian Lisdes di Desa Soloy Agung, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara, Selasa (3/10/17).

Diketahui, proyek Lisdes yang dibangun mulai Januari 2017 ditargetkan selesai pada akhir tahun ini untuk melistriki delapan dusun dengan jaringan tegangan menengah 20 KV sepanjang 13,5 kms dan jaringan tegangan rendah sepanjang 19,32 kms. Total daya yang dialirkan adalah sebesar 650 kVA untuk melistriki dusun tersebut.

Arief bilang, di bulan kesaktian Pancasila ini PLN turut mengimplementasikan Sila ke-5 dengan menyaksikan kebahagiaan warga desa soloy agung merasakan kemerdekaan dan keadilan dalam menikmati listrik.

“Menjadikan malam-malam mereka menjadi produktif dan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi di kecamatan Kulisusu Barat,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Buton Utara Abu Hasan menuturkan, dengan masuknya listrik di desa soloy agung berarti janji bupati kepada desa soloy agung sudah terpenuhi. “Harapannya dapat dimaksimalkan sebaik mungkin. Tugas masyarakat sekarang membantu PLN untuk menjaga listrik dengan cara merelakan pohon yang melintasi jaringan PLN untuk di pangkas” Ungkap Abu Hasan saat peresmian listrik desa.

Hanya saja, tambah Arief, tantangan dalam pembangunan lisdes ini adalah kurang kooperatifnya warga untuk ditebang pohonnya yang berada di jaringan PLN sehinga dibutuhkan adanya sosialisasi dan edukasi terkait bahaya yang timbul akibat pohon yang berada dekat dengan jaringan PLN.

“Kami terus berkomitmen untuk melistriki seluruh desa di Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat. Pembangunan listrik desa merupakan salah satu upaya PLN Wilayah Sulselrabar untuk mencapai target Rasio Elektrifikasi 100% pada tahun 2018,” pungkasnya.(hry/rif)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!