Layanan Harus Meningkat – Upeks.co.id
UTAMA

Layanan Harus Meningkat

Tarif Tol Naik 9%, tak Pengaruhi Inflasi

MAKASSAR,UPEKS– PT Marga Utama Nusantara (MUN) menaikkan tarif Jalan Tol Sesi Empat (JTSE) sebesar 9 persen efektif berlaku hari ini, Jumat (6/10/17).

Kenaikan tarif 9 persen ini berdasarkan rujukan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 741/KPTS/M/2017 tentang Penyesuaian Tarif pada Jalan Tol Makassar Seksi IV.

“Penyesuaian tarif dilakukan setelah adanya penilaian atas pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dalam keputusan tersebut, tarif baru diberlakukan mulai 6 Oktober untuk lima ruas Jalan Tol Makassar Seksi IV,” kata Direktur Utama PT JTSE, Anwar Toha, kemarin.

Dia menjelaskan, besaran kenaikan tarif rata-rata 9 persen disesuaikan dengan masing-masing golongan kendaraan. Menurut Anwar, perhitungan kenaikan tarif jalan Tol Makassar Seksi IV merujuk pada data inflasi di Kota Daeng dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Makassar mencapai 10 persen sehingga diputuskan kenaikan tarif berkisar 9 persen. Penyesuaian tarif tersebut merupakan kali keempat sejak Jalan Tol Makassar Seksi IV diresmikan pada 26 September 2008.

“Kenaikan tarif kali ini hanya berlaku pada ruas jalan Tol Makassar Seksi IV. Adapun untuk ruas jalan Tol Makassar seksi lainnya akan menyesuaikan pada kemudian hari,” ucapnya.

Anwar mengatakan, tarif baru gerbang tol bervariasi. Untuk golongan I di Gerbang Biringkanaya misalnya, naik dari Rp8.500 menjadi Rp9.000. Lalu di Gerbang Ramp Bira Timur dan Gerbang Ramp Bira Barat dari Rp4.500 menjadi Rp5.000.

Kemudian di Gerbang Parangloe dari Rp8.000 menjadi Rp8.500 dan Gerbang Tamalanrea dari Rp8.500 menjadi Rp9.000. Kenaikannya berkisar antara Rp500-2.000.

Dalam penerapan tarif baru tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan edukasi secara bertahap yang meliputi pemasangan spanduk dan poster, pendistribusian flyer, voice over di masing-masing gerbang dan sosialisasi melalui media sosial.

Terpisah, Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) BI Sulsel, Musni Hardi Kasuma Atmaja mengatakan, kenaikan tarif tol tersebut tidak berdampak signifikan pada tingkat inflasi. Angka sumbangsinya relatif kecil.

“Nggak signifikan, sangat kecil. Bobot tarif tol terhadap inflasi itu hanya 0,02%. Jadi kenaikan 10% diperkirakan hanya berdampak 0.002%,” ujarnya.(hry/rif)

BERITA POPULER

To Top