Oknum Polisi Ditangkap, Kasat Reskrim Janji Transparansi Kasus – Upeks.co.id
KRIMINAL

Oknum Polisi Ditangkap, Kasat Reskrim Janji Transparansi Kasus

SINJAI, UPEKS.co.id — Teka-teki dibalik kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi berinisial HAB terhadap Basri, warga Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, secara perlahan akhirnya terkuak.

Korban Basri yang ditemui di Mapolres Bone, beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa kasus penganiayaan yang dialaminya itu tidak hanya melibatkan satu orang oknum Polisi saja, melainkan tiga orang oknum Polisi lainnya juga ikut terlibat.

“Sebenarnya bukan satu orang saya laporkan, melainkan 4 orang oknum. Disini saya heran kenapa cuma satu orang tersangka, (HAB), sementara dalam BAP, keterangan saksi korban dan hasil gelar perkara itu ada 4 orang, semuanya oknum Polisi,” jelasnya.

Basri menerangkan, bahwa dalam reka ulang atau rekonstruksi yang digelar di Mapolres Bone, Senin 9 Oktober 2017 lalu. Dirinya memperagakan adegan dimana keempat orang oknum Polisi menganiayanya. Mulai dari yang mencekik hingga yang memukulnya secara membabi buta.

“Saya peragakan semua, saya beberapa kali melakukan protes, karena banyak yang tidak sesuai yang mereka peragakan saat kejadian di Tempat Hiburan Malam (THM) Venom waktu itu, termasuk pasal yang disangkakan yakni pasal 351 bukan 170,” sebutnya.

Basri yang didampingi oleh kuasa Hukumnya Ali Imran, menyebutkan, tiga dari empat terduga pelaku pengeroyokan terhadap dirinya itu hadir dalam reka ulang dilakukan oleh pihak Polres Bone.

“Tiga orang hadir, yakni HAB, AR dan RS, yang tidak hadir itu KM. Saya juga tidak tahu kenapa dia tidak datang,” ujarnya.

Basri berharap, pihak Polres Bone yang menangani kasusnya tersebut, bersikap profesional dan jangan terkesan ada yang ditutup-tutupi, mengingat terduga pelaku adalah oknum Polisi. Menurutnya, dimata hukum semua warga Negara sama.

“Harus profesional, kalau bersalah jangan dilindungi apalagi ditutup-tutupi. Sampai hari ini saya  masih trauma. Kapolres harus tegas,” tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko, yang mencoba dikonfirmasi berjanji akan transparan terhadap dugaan kasus penganiayaan oknum Polisi terhadap Basri, warga Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone.

Tidak hanya itu Hardjoko juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera menuntaskan kasus yang telah berjalan selama dua tahun itu secara profesional tanpa ada yang ditutup-tutupi. “Pastinya kami akan bertindak secara profesional dalam menindak lanjuti kasus ini dan sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Hardjoko Rabu (11/10).

Selain itu, Hardjoko juga memastikan tidak ada kongkalikong antara penyidik dan tersangka, dalam hal ini Brigpol HAB, apalagi melakukan intervensi terhadap penyidik. “Tidak ada kongkalikong, disini saya jelaskan bahwa tidak ada intervensi penyidik terkait kasus ini termasuk saya pribadi,” tegasnya. (penulis: egy)

BERITA POPULER

To Top