PWI Kolaka Kecam Kekerasan Jurnalis – Upeks.co.id
RAGAM

PWI Kolaka Kecam Kekerasan Jurnalis

KOLAKA,  UPEKS.co.id —PWI Kolaka mengeluarkan pernyataan sikap mengutuk keras tindakan kekerasan sejumlah jurnalis saat meliput di Banyumas Jawa Tengah 9 Oktober 2017 baru-baru ini.

“Kami menyatakan sikap mengutuk keras tindakan Oknum aparat Kepolisian dan Satpol PP Banyumas, yang telah melakukan tindakan kekerasan dan menghalang-halangi wartawan yang melakukan tugas jurnalistik,”tutur Armin Arsyad, Ketua PWI Kolaka di Sekretariat PWI didampingi sejumlah pengurus PWI Kolaka(11/10)

Dikatakannya tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers sesuai Pasal 3 Ayat 1, bahwa pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

“Begitupun Pasal 4 Ayat 2, bahwa terhadap  pers  nasional tidak  dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, serta ayat 3, bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,” kata Armin.

Untuk itu kata Armin, PWI Kolaka mendesak Kapolres Banyumas menindak tegas pelaku tindak kekerasan pada wartawan, baik perseorangan maupun kelompok sesuai dengan hukum yang berlaku, termasuk melakukan proses hukum dengan mekanisme Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Sesuai pasal 18 ayat 1 bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang   berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan penjara paling lama 2 (dua) tahun atau  denda paling banyak  Rp500.000.000,00,” jelas Armin.

Kasus kekerasan terhadap wartawan terjadi di Banyumas saat sedang meliput pembubaran aksi demo di depan Pendopo Kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/10) malam.

Kejadian tersebut berawal saat terjadi aksi pembubaran massa aksi demo penolakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet oleh Polisi dari Polres Banyumas dan Satpol PP, sekitar pukul 22.00 WIB.

Sebanyak 4 wartawan dari Suara Merdeka, Agus Wahyudi; Satelitpost, Aulia El Hakim; Radar Banyumas, Maulidin Wahyu; dan Metro TV, Darbe Tyas, langsung mengabadikan momen pembubaran aksi tersebut. (penulis: pilips)

BERITA POPULER

To Top