Pangdam dan Walikota Sangat Apresiasi Forum Diskusi IMMIM – UPEKS
ANEKA

Pangdam dan Walikota Sangat Apresiasi Forum Diskusi IMMIM

FDI IMMIM. Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Inf. Agus Suryabakti, Walikota Makassar Ir.Ramdan Pomanto, Ketua YASDIC IMMIM, Ir HM Ridwan Abdullah saat menghadiri diskusi FDI di Gedung DPP IMMIM Jl Sudirman, Sabtu (27/1). IST.

MAKASSAR,UPEKS—Forum Diskusi IMMIM (FDI) di Gedung Islamic Centre Jl.Jendrral Sudirman, Sabtu (27/1) yang dipandu Guru Besar UIN Alauddin makassar, Prof dr Hamdan Juhannis mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Inf. Agus Suryabakti dan Walikota Makassar, Ir Ramdan Pomanto.

Kegiatan yang mengusung topik ”FDI Menggugat, Mengapa Umat Islam Terbelakang?” itu dihadiri Walikota Makassar Ir.Ramdan Pomanto, sejumlah tokoh organisasi Islam, da’i dan ratusan peserta.

Turut hadir sejumlah tokoh wanita, termasuk Rektor UMI, Prof dr Hj Masrurah Mochtar, Rektor UIM, Dr Andi Majdah Agus Arifin Nu’mang, Direktur Pesantren IMMIM Putri Pangkep, Dr Hj Amrah Kasim dan sejumlah pengurus dan anggota Muslimat NU Sulsel.

Disela-sela kegiatan, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Suryabakti sangat positif dan mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai FDI IMMIM ini. Pertimbangannya, Islam itu mengajarkan, agar manusia senantiasa tebarkan kedamaian.

Pangdam berharap setiap manusia dapat jadi duta kedamaian dilingkungannya, minimal internal keluarga. Hindarilah jiwa kekerasan,
selanjutnya mari kita bersama-sama aktif menebarkan salam yang didalamnya sesungguhnya berintikan pesan kedamaian.

Hal senada dikemukan Walikota Makassar, M Ramdan Pomanto. Menurutnya Forum Diskusi IMMIM ini patut mendapat apresiasi positif.  Menghadapi aneka persoalan ummat, Islam itu merupakan rahmatan lil alamin, sehingga agama merupakan solusi adaptif dan sangat progressif.

Sementara itu, Penanggung Jawab FDI yang juga Ketua YASDIC IMMIM, Ir.H.M.Ridwan Abdullah yang didampingi Ir Hj Nurfajri Fadeli Luran mengatakan, IMMIM bervisi kemakmuran masjid, terwujudnya bahagia lahir batin, dan sipiritualitas yang dirahmati Allah Swt.

Harapan itu diterjemahkan dalam tiga aspek moral happines/akhlaq, intelektual/ pendidikan, physhical/jasmani dan harta benda.IMMIM menggabungkan pilar kemakmuran masjid dan pilar kemakmuran masyarakat. Itulah sebabnya mengapa format FDI IMMIM berubah seperti sekarang ini. Salah satu mengapa umat Islam terbelakang karena, takdir, pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Itulah sebabnya, ke depan, FDI akan aktif membahas berbagai isu yang dinilai aktual, tandas Ridwan Abdullah.

Sementara itu, host diskusi, Prof. Hamdan Juhannis yang juga Guru Besar UIN Alauddin itu menandaskan, harapam Ketua YASDIC
IMMIM itu mengandung makna, perlunya pencapaian kebahagiaan melalui moral, intelektual dan physikal happiness. Dengan kata lain, perlu bahagia ditunjang materi. Diskusi ini menarik, karena buah-buah fikiran para panelis dan peserta sungguh memperkaya wawasan berfikir kita bersama.

Diskusi yang cukup mendapat respon positif dari ratusan peserta termasuk jurnalis itu menghadirkan panelis, Prof.Ahmad Sewang (Ketua DPP IMMIM), Prof. Qasim Mathar (Guru Besar UIN Alauddin), Prof. Nasir Hamsah (mantan Rektor UMI), Prof Thahir Kasnawi Sosiolog UNHAS), Aswar Hasan (dosen Unhas). (arf).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!