Eksekusi 14 Rumah di Jeneponto Ricuh, Satu Kena Tembak – UPEKS
ANEKA

Eksekusi 14 Rumah di Jeneponto Ricuh, Satu Kena Tembak

JENEPONTO,UPEKS.co.id—Sebanyak 500 personel gabungan TNI – Polri mengawal pengamanan eksekusi rumah, di Lingkungan Batusaraung, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Kamis (8/3/2018).

Personil gabungan itu diback Polres Jeneponto,Kodim 1425 Jeneponto, Brimob Polda Sulsel, Batalyon Infanteri 726.

Dari awal, eksekusi berlangsung tegang karena warga pemilik rumah bersama keluarganya melakukan perlawanan.

Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, difasilitasi  Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto berlangsung negosiasi cukup panjang.

Melalui pengeras suara, Kapolres mengajak warga yang memblokade jalan, segera membuka jalan dan tidak menghalangi petugas dari pengadilan yang akan membacakan eksekusi lahan.

“Bapak-bapak yang tidak berkepentingan agar keluar dari area. Kemudian, yang selama ini tinggal di lokasi, mohon kesadarannya
meninggalkan lokasi. Kami petugas keamanan TNI – Polri ditugaskan atas nama negara, atas nama kebenaran, hak, diperintahkan
mengamankan pelaksanaan eksekusi lahan ini. Jadi, mohon pengertiannya,” tegas Kapolres AKBP Hery Susanto.

Walaupun demikian, warga tetap bertahan dengan melakukan perlawanan. Warga memasang balai-balai di tengah jalan dan membakar
ban.

Buntutnya, personel gabungan TNI – Polri merengsek maju menggunakan mobil water canon Brimob Polda Sulsel danmenembakkan gas air mata ke kerumunan warga. Selanjutnya warga berlarian.

Diluar dugaan, warga kembali melakukan perlawanan. Akibatnya, dengan terpaksa personel Polres melepaskan tembakan dan mengena salah seorang warga, Amran. Korban kena tembakan di bagian dada. Amran merupakan warga Pattontongan, Kelurahan Biringkassi, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Ketua Pengadilan Negeri Jeneponto Selaku eksekutor, Sunaryanto mengatakan perkara ini perkara tahun 2008, dari Pengadilan Negeri Jeneponto diputus tahun 2009.

“Putusannya mengabulkan penggugat, kemudian pihak tergugat upaya hukum banding dan ditolak. Selanjutnya pihak tergugat melakukan lagi upaya hukum. Rupanya putusan kasasi tetap menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jeneponto,” ujarnya.

Setelah itu, pihak tergugat melakukan lagi upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) namun tetap ditolak. Penggugat bernama Saban, luas lahan 2,7 hektar,” jelas Ketua PN Jeneponto, Sunaryanto. (lau).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!