Antam UBPE Pongkor Persiapkan Masyarakat Mandiri – UPEKS
SULBAR - SULTRA

Antam UBPE Pongkor Persiapkan Masyarakat Mandiri

Peserta Antam Pers Tour saat berada dilokasi tambang emas Pongkor Kab Bogor Kecamatan Cikaret.

KOLAKA, UPEKS.co.id–PT.Antam Tbk UBPE Pongkor rencananya akan berakhir pada 2021 mendatang, mempersiapkan masyarakatnya menjadi masyarakat mandiri. Ketika perusahaan benar-benar berhenti melakukan operasi pada 2021 mendatang.

General Manajer UBPE Pongkor I Made Mastana dihadapan peserta Antam Pers Tour yang diikuti sejumlah wartawan media cetak, wartawan televisi dan wartawab media online.

Made mengungkapkan UBPE Emas yang berada di Pongkor akan segera berakhir pada tahun 2021. Sebelum memasuki pasca tambang, Antam sudah mulai mengembangkan objek wisata di Desa Cikaret sengan membangun beberapa Quest House.

“Ini langkah awal perusahaan untuk mengembangkan destinasi wisata di daerah Pongkor, agar menjadi masyarakat mandiri,”kata Made.

Menurutnya dalam membangun beberapa objek wisata yang akan menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun manca negara, perusahaan juga memberdayakan masyarakat setempat untuk menunjang pendapatan ekonomi.

Dengan memberikan bantuan ternak domba dan kambing untuk dikelolah oleh masyarakat. Bahkan kotoran dari Domba itu dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman serta digunakan sebagai biogas.

“Kita bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk mengangkat kultur budaya yang ada di daerah itu, agar bisa menjadi masyarakat mandiri,”kata Made.

Selain wisata alam kata Made, Antam juga sudah membuat Museum Tambang Pongkor, serta beberapa objek wisata menarik lainnya dengan memanfaatkan potensi sumber daya Alam setempat.

“Dalam lokasi wisata ada beberapa tempat yang akan di bangun seperti lokasi swafoto dan wisata kebun buah dengan berbagai jenis tanaman buah,”ujar Made.

Sementara Agus Asisten Manager External Relation Antam UBPE Pongkor, memberikan pemaparan kepada peserta Antam Pers Tour mengeluhkan adanya masyarakat setempat masih melakukan penambangan secara liar.

“Itu masih berlangsung sampai sekarang,”kata Agus.

Meski demikian dengan melakukan pendekatan kearifan lokal masyarakat melakukan penambangan liar biasa diminimalisir.

“Alhamdulillah dengan pendekatan kearifan lokal penambang liar bisa diatasi pergerakannya,”kata Agus.(pil)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!