POLITIK

Di Sukamaju, Rajab Sosialisasikan Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

SUKAMAJU, UPEKS.co.id — Legislator NasDem, M Rajab kembali melakukan sosialisasi dan penyebarluasan produk hukum daerah di Desa Sukamaju Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara.

Di hadapan Kepala Desa Sukamaju dan ratusan warga, Rajab menjelaskan latar belakang lahirnya Perda nomor 4 tahun 2014 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Kata Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPW NasDem itu, perda ini adalah bentuk perhatian pemerintah lewat legislatif untuk memberi jaminan bagi rakyatnya dalam urusan pangan, dimana bertambahnya populasi penduduk tidak sebanding dengan pertambahan lahan pertanian.

“Kita semakin bertambah tetapi lahan untuk pertanian, perkebunan semakin berkurang, itulah kira-kira mengapa DPRD Provinsi Sulsel menginisiasi lahirnya perda ini,” ucap Rajab.

Sementara itu Hisma Kahman, seorang pengacara muda yang juga dosen di Universitas ternama di Kota Palopo merinci poin penting Perda no. 4/2014 ini.

Dijelaskan Hisma, faktor utama mengapa perda ini sangat penting adalah karena urusan pangan sebagai hak asasi manusia.

Selain itu tambah Hisma, Indonesia adalah negara agraris. Disamping itu, Perda ini merujuk ke UU nomor 41/2009 tentang perlindungan lahan pertanian secara berkelanjutan.

Ditambah lagi dalam Pembaruan UU Pokok Agraria disebutkan, bahwa jika ada lahan tidur yang sudah lebih diatas lima tahun tidak digunakan maka warga bisa menggunakan lahan tersebut untuk dikelola tetapi bukan untuk dimiliki, terang Isma.

Untuk itu pemerintah berkewajiban menjamin tersedianya lahan pertanian, pungkasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi Perda perlindungan lahan pertanian ini, Kades Sukamaju HM Janatu, berharap agar kegiatan  ini bisa memberi manfaat dan menjembatani masalah yang sering dihadapi rakyat desa selama ini.

Pada bagian akhir kegiatan sosialisasi dilakukan diskusi tanya jawab dengan warga Desa Sukamaju.

Diantara masukan dan keluhan petani terkait lahan pertanian diantaranya soal PPL, soal tambang rakyat, konservasi lahan pertanian serta soal harga pangan yang dirasa kurang menguntungkan bagi para petani utamanya dalam hal biaya produksi pertanian yang tidak sebanding dengan pemasukan para petani, sehingga banyak petani yang mengalihkan lahan pertaniannya pada usaha yang dianggap lebih menguntungkan.(mah)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
izmir escort ataköy escort izmir escort izmir escort buca escort ankara escort ankara escort beylikdüzü escort ankara escort çankaya escort keçiören escort Ankara escort Antalya escort bakırköy escort avcılar escort Pendik escort travesti porno izle antalya escort radyo dinle tv izle aydin escort zonguldak escort kutahya escort bahis siteleri canlı bahis manisa escort cankiri escort bursa escort samsun escort istanbul escort ankara escort pendik escort Bahis Siteleri Milli bahis siteleri millibahis