Hakim Tangguhkan Terdakwa Dugaan Korupsi APBD Sulbar – UPEKS
MAKASSAR CITY

Hakim Tangguhkan Terdakwa Dugaan Korupsi APBD Sulbar

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Empat terdakwa, kasus dugaan korupsi penyimpangan dana APBD Sulbar tahun 2016, sebesar Rp360 miliar dikeluarkan dari sel tahanan Tipikor.
Ditangguhkannya empat eks anggota legislator itu, lantaran telah membayar uang jaminan sebesar Rp200 juta, kepada majelis hakim Tipikor Mamuju yang menyidangkan perkara tersebut.
Uang jaminan yang telah diserahkan tersebut, digunakan untuk mengeluarkan empat terdakwa. Adapun empat eks pimpinan DPRD Sulbar yang dikelaurkan itu yakni, mantan Ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara, serta tiga mantan wakil ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan, Munandar Wijaya dan Harun.
Kepala Seksi Bidang Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Mamuju, Cahyadi Sabri, saat dikonfirmasi membenarkan adanya uang jaminan yang disetor pihak terdakwa sebagai alasan  dikabulkannya permohonan penangguhan penahanan tersebut.
“Ada jaminan Rp200 juta, yang diberikan pihak terdakwa,” kata Cahyadi Sabri, Selasa (12/6/18).
Menurut dia, tiap tingkatan atau institusi penegak hukum, memiliki kewenangan untuk memberikan penangguhan penahanan.
Dikabulkannya permohonan penangguhan penahanan keempat terdakwa kasus ini oleh majelis hakim, saat ini menuai sorotan serta kritikan tajam dari sejumlah lembaga penggiat anti korupsi.
“Uang jaminan tidak bisa dijadikan alasan, bagi hakim untuk mengeluarkan terdakwa korupsi, dari dalam sel tahanan Tipikor,” tegas Ketua Celebes Law And Transperancy (CLAT), Irvan Sabang, Selasa (12/6/18).
Apalagi kata dia, sampai diberi hak istimewa terhadap keempat terdakwa untuk berlebaran diluar sel tahanan. Hal tersebut dinilai sangat tidak rasional. Tentu ini akan menjadi stigma, bahwa ada  perlakuan khusus dari penegak hukum, terhadap para terdakwa korupsi.
“Tentu saja ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum, dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi,” ucapnya.(Jay)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!