Tiga Corak Tokoh Penggagas Saudagar Bugis Makassar – UPEKS
EKONOMI BISNIS

Tiga Corak Tokoh Penggagas Saudagar Bugis Makassar

 

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Cukup menggembirakan, Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi  Selatan  (BPP KKSS), bersama Pemprov Sulsel dan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, rutin
gelar hajatan nasional Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Kota Makassar, setiap usai lebaran  Idulfitri, kisaran sepekan, ketika perantau asal Sulsel mudik.

PSBM digagas pertama kali Wakil Presiden RI, M Jusuf Kalla bersama dua sahabat HM Alwi Hamu dan M Aksa  Mahmud tahun 1994. PSBM tahun ini adalah yang ke-18 kalinya, rencananya digelar Sabtu-Ahad, 23-34 Juni 2018  di Hotel Grand Clarion Makassar.

Adapun ketua panitia, Andi Rukman N Karumpa, didamping oleh M Saleh Mude sebagai sekretaris, di bawah  koordinasi Pengarah (Steering) dan Sekretaris, Ibnu Munzir dan Mansyur Achmad, dan penanggung jawab, Andi  Jamaro Dulung.

Tulisan ini mencoba mengulas corak saudagar yang ada pada tiga sekawan, M Jusuf Kalla (JK), M Aksa Mahmud,  dan HM Alwi Hamu.

Dari ketiga sekawan ini, mereka hanya berbeda setahun jarak kelahiran, JK lahir 15 Mei 1942, Alwi Hamu, 28 Juli  1944, dan Aksa, 16 Juli 1945. JK selalu didaulat sebagai komandan, bos atau ketua, sementara Alwi dan Aksa  berbagi tugas, sekretaris atau anggota.

Ketiganya pun kemudian memiliki core business (induk) bisnis yang berbeda, kendati hubungan mereka terus  perpelihara. JK memilih konstruksi di bawah bendera Bumi Karsa dan Bukaka, dealer mobil, Toyota, mall, dan  laim-lain.

Sementara Aksa memilih industri perikanan, perkebunan, dealer mobil, Mitsubitsi, perhotelan, industri semen,  rumah sakit, jalan tol dan lain-lain. Adapun Alwi memilih bisnis media, Jawa Pos, Fajar Group, Radar, hotel, dan  sedang merintis industri semen.

Ketiganya telah memiliki simbol, gedung pencakar langit di Kota Makassar, Alwi yang mulai membangun Graha  Pena di kawasan by pass Sumiharjo, menyusul JK dengan Wisma Kalla di Jl Sudirman dan Aksa Mahmud dengan  Menara Bosowanya di samping Lapangan Karebosi.

Ketiga sekawan ini sudah mulai mentransfer otoritas usahanya ke generasi pelanjutnya, JK, di samping ke adik- adiknya, juga ke putra mahkotanya, Solihin Jusuf. Aksa ke Erwin Aksan dan Alwi ke putranya, Agus Salim Alwi  Hamu.

Ketika JK memasuki dan merasa nyaman di dunia politik, Aksa dan Alwi pun ikut digandeng. Aksa sebagai juru  temu dan lobi dengan mitra koalisi, dan Alwi sebagai juru media dan staf khusus.

Karena itu, bisa dikatakan terhadap tiga sahabat ini, mewakili tiga corak dunia usaha para saudagar ke mereka.  Pak JK sukses di konstruksi, mobil dan politik, pernah ketua umum Golkar dan Wakil Presiden dua presiden yang  berbeda, SBY dan Jokowi.

Aksa pernah dua periode anggota Dewan Perwakil Daerah (DPD) dan Alwi masih aktif mengontol bisnis media  cetak dan online-nya di puluhan provinsi.

Ketiga suadagar ini, JK telah sukses di bisnis dan politik, Aksa dan Alwi, telah sukses di bisnis terutama di industri  jasa dan media lokal. Ketiganya pun telah mentransfer dunia usaha ke generasi kedua, pewarisnya. Kita doakan  mereka, bertiga panjang umur dan sehat selalu agar mereka melihat kesuksesan warisan bisnisnya ke generasi  keduanya. (Penulis: M Saleh Mude dan Alif W Onggang).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!