Infak Haji yang Menuai Kritikan, Dr. Ilham Kadir Angkat Suara – UPEKS
ANEKA

Infak Haji yang Menuai Kritikan, Dr. Ilham Kadir Angkat Suara

ENREKANG, UPEKS.co.id— Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) Enrekang beberapa hari ini menuai banyak kritikan masyarakat perihal Zakat Haji yang selama ini dikelolanya.

Hal ini justru semakin berpolemik saat keluarga salah seorang Calon Jamaah Haji ( CJH) asal Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang memposting kwitansi yang disinyalir palsu dari pihak Baznas.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Baznas Enrekang, Dr. Ilham Kadir. MA angkat bicara. Menurutnya selama ini Baznas Enrekang tidak pernah mengambil zakat haji dari para calon jamaah haji, yang ada adalah infak.

“Jadi tidak ada zakat haji, yang ada adalah infak bagi calon jamaah haji yang telah melunasi ONH. Karena itu, penggunaan kata zakat haji dalam pemungutan infak adalah keliru sebagaimana yang terjadi baru-baru ini,” ujarnya.

Selain itu, blanko yang digunakan juga blanko zakat, itu juga salah sebab sudah disediakan blanko khusus infak haji. Atas kesalahan ini, kami dari pihak Baznas Enrekang meminta maaf, semoga hal ini tidak terulang kembali”. kata Imam Masjid Attijarah Pasal Sentral Enrekang ini.

Dia menambahkan sejak 1990, infaq haji sudah ada dan menurutnya Jamaah Haji diarahkan untuk berinfaq 2,5 persen dari total ONH yang telah mereka lunasi dan itu terjadi bukan saja di Enrekang tetapi juga di daerah lain seperti Bone.

“Hakikatnya infak haji 2,5 persen dari total ONH adalah anjuran dari Kemenag RI bekerjasama Baznas. Hal ini boleh jadi karena pemerintah prihatin melihat masyarakat kita begitu abai dalam menunaikan zakat, rukun Islam yang ketiga, tetapi sangat bersemangat menunaikan rukun Islam yang kelima. Ini yang pernah disinggung Prof Bambang, Ketua Baznas RI.

“Masyarakat Indonesia ada yang bolak balik umrah dan haji, tapi tidak pernah bayar zakat harta. Karena itu, pemerintah mengajar para calon jamaah haji supaya mengenal infak agar kelak bisa berzakat harta”. pungkasnya.

Ilham menegaskan, Baznas Enrekang tidak pernah memaksa para calon jamaah haji menyetor infaknya ke Baznas. Hanya diarahkan dan dianjurkan, sebab itu tidak semua calon jamaah haji bayar infak haji. Bahkan ada yang tidak tahu atau tak mau tahu sehingga banyak yang tidak bayar. Bagi yang tidak bayar infak haji sama sekali tidak ada paksaan dan tidak pula ada sanksi.

“Besarnya infak tertulis Rp987.000, tetapi itu bukan harga mati. Boleh lebih boleh pula kurang. Sama halnya kupon infak Ramadan yang diedarkan Baznas, ada tiga tingkat, 20.000; 100.000; 200.000. Masyarakat Enrekang dapat memilih sesuai kehendak dan kemampuan, bisa di atas angka tersebut, bisa pula di bawahnya”. kata Ustadz yang gemar menulis ini.

Penerimaan infak haji sepenuhnya diurus Kemenag. Karena itu Baznas Enrekang membuka perwakilan UPZ di Kantor Kemenag. Termasuk di Kantor KUA masing-masing kecamatan. Karena ini ditangani oleh UPZ maka dana yang terkumpul bisa dikelola oleh UPZ dengan melaporkan kegiatannya kepada Baznas, bisa pula dana disetor ke Baznas untuk didistribusikan kepada mereka yang berhak. (Sry)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!