Menyedihkan, Oknum TNI-AL Tahan Kapal Hingga Cabut Setir KLM Salam Barokat – UPEKS
ANEKA

Menyedihkan, Oknum TNI-AL Tahan Kapal Hingga Cabut Setir KLM Salam Barokat

BULUKUMBA, UPEKS.co.id — Pemilik kapal KLM Salam Barokat, Haji Kardi sangat menyayangkan oknum yang mengaku dari TNI AL yang menahan hingga mencabut setir kapalnya tanpa keterangan yang jelas.

Kepada media ini, Kamis (12/7/18) Haji Kardi menuturkan kapalnya ditahan hanya karena ABKnya yang tengah sakit dan dirinya meminta
Kapten Kapal bernama Badulu untuk diturunkan sementara berobat dikampungnya, di Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba.

Dari keterangan kapten kapalnya, Haji Kardi menjelaskan kronologi kapalnya ditahan berawal saat kapalnya berlayar dari Pulau Buru, Maluku menuju Biringkassi Pangkep beberapa hari yang lalu.

Berhubung karena cuaca buruk sehingga perjalanan agak lama, karena kapal terpaksa harus singgah-singgah berteduh untuk menghindari gelombang besar dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dalam perjalanan ada satu orang ABK sakit dan saya terpaksa kasih turun kemudian dibawa ke kampung di Bulukumba untuk berobat. Selanjutnya karena cuaca baik kami langsung lanjutkan perjalanan ke Pangkep, di perairan Makassar kami diperiksa sama AL KRI Madidihang 855,” kata Badulu.

Oknum TNI AL yang memeriksa kemudian mempermasalahkan ABK yang kami turunkan berobat. Kapten kapal mengaku sudah menjelaskan kronologinya namun dirinya malah dibawah ke Lantamal Makassar kemarin dulu, Selasa 10 Juli 2018.

“Jam 11 pagi kami merapat, besoknya saya dipanggil ke kapal KRI dan dimintai identitas sebagai kapten KLM Salam Barokat. Setelah itu saya meminta surat penahanan sekitar jam 12 siang, namun tidak diberikan,” jelasnya.

Lanjut Badulu, berselang beberapa jam sekitar jam 16.00 oknum AL naik ke kapalnya dan mencabut setir kapal. Dari situ kapten kapal kembali meminta surat penahanan, dengan alasan takut kapalnya ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.

“Saya beberapa kali minta surat penahanan, kalau kami tidak minta jangan sampai terjadi apa-apa dengan kapal kami, siapa yang akan bertanggung jawab. Oknum TNI AL janji,12 Juli 2018 (hari ini) untuk diberikan surat penahanan dimaksud, namun oknum TNI AL sampai sekarang belum memberikan surat penahanan yang kami minta,” terang Badulu, Kapten KLM Salam Barokat.

Anehnya, dia mengaku agak bingung sekarang, dan bertanya-tanya, Pertama, kenapa ia sudah ditahan lebih dari 24 jam tapi tidak diberi surat penahanan bahkan kami sudah minta belum diberi.

“Kedua setir kapal kami dicabut dari kapal otomatis kapal tidak bisa lagi olah gerak tapi tetap tidak dikasi surat penahanan, terus kalau kapal kami hanyut dan terdampar bahkan pecah dan tenggelam siapa yang akan bertanggung jawab dan bagaimana saya sebagai kepala kapal mau bertanggung jawab kepada pemilik kapal sementara tidak ada bukti kalau kami benar-benar ditahan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, apakah dengan kesalahan kami tersebut kami tidak bisa lagi diberi kebijakan. Sebagai orang awam tentang hukum kami mohon petunjuk seperti apa prosedur kalau kami ditangkap.

“Kami minta kepada KSAL untuk diberi keringanan dalam hal ini kalau kami ada kelalaian. Kami juga memohon kepada Presiden Jokowi seperti inikah aparat memperlakuakan warga negaranya. Kami sebagai orang kecil masyarakat miskin meminta keadilan dan kebijakan,” ujarnya.

”Kami tidak paham apa salah kami, padahal surat-surat kapal kami lengkap semua. Dan kalau memang kami bersalah secepatnya kami diproses agar kami tahu apa kesalahan yang kami lakukan,” tuturnya.

Pemilik KLM Salam Barokat, Haji Kardi akan tetap berusaha mencari cara agar kapalnya bisa dibebaskan kembali. Hanya saja, jika tidak ada kebijakan dari pihak TNI AL untuk membebaskan kapalnya tanpa keterangan yang jelas, ia mengancam demo TNI AL dan menutup akses jalan nasional di Bontobahari, Kecamatan Bontobahari, Kabupeten Bulukumba, Sulawesi selatan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari TNI AL terkait penahanan kapal KLM Salam Barokat. (penulis: sufri).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!