IHI Nilai Pemda Dan DPR Tidak Tanggap Atas Kenaikan Harga Tabung Gas – UPEKS
SULAWESI SELATAN

IHI Nilai Pemda Dan DPR Tidak Tanggap Atas Kenaikan Harga Tabung Gas

SINJAI, UPEKS.co.id–Institut Hukum Indonesia (IHI) Sinjai, menilai Pemda dan DPRD Sinjai, kurang aktif dalam menangani kenaikan harga tabung gas LPG ukuran 3 kg yang sangat merugikan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua IHI Sinjai, Supardi, Jumat sore (10/8).

Menurut Supardi, saat ini harga tabung gas LPG 3 kg jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pemerintah yakni Rp 16 Ribu.

“Saat ini harga tabung 3 kg mencapai hingga Rp 25-27 Ribu. Dan ini jelas mencekik masyarakat kecil. Kan ada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengawasan Barang Bersubsidi (TPBB) yang tidak berjalan sama sekali. Padahal seharusnya mereka turun untuk membatasi oknum-oknum nakal di Agen yang memainkan harga di pangkalan dan pengecer,” ujarnya.

Supardi juga mengungkapkan pihak DPRD dalam hal Komisi II telah ke Makassar untuk kordinasi dengan Pertamina. Namun hingga kini belum ada hasil.

“Padahal Ketua Komisi II telah berangkat dan hingga belum ada langkah pasti yang dilakukan. Dan kalau ini dibiarkan berlarut-larut jelas masyarakat yang dirugikan. Makanya kami meminta agar persoalan ini segera diselesaikan,” tegasnya.

Sementara Ketua Komisi II, Abd. Salam Dg Bali mengatakan bahwa dirinya bersama beberapa anggota DPRD Sinjai sudah melakukan koordinasi ke Pertamina Provinsi terkait persoalan ini.

“Beberapa akar permasalahan yang kami di DPRD Sinjai temukan yakni adanya permainan harga ditingkat pengecer serta, aturan het hanya sampai di agen sehingga pengecer berbuat semaunya untuk menaikkan harga. Olehnya itu nanti hari senin (13/8) mendatang kita akan rapat bersama dengan agen dan yang terkait untuk mencarikan solusi,” terangnya.

Terpisah Plt. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) yang juga Asisten II, dr. Nikmat B. Situru mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun bersama bagian ekonomi dan menegur agen dan pangkalan.

“Tidak benar kalau tabung di Sinjai langka, justru oknum agen dan pangkalan yang bermain. Kemarin kita turun harga dari Rp 30-28 Ribu, kemudian terakhir turun jadi Rp 20 Ribu. Justru kalau kami datangi pangkalan menjual Rp 16 Ribu dan ketika kami pergi mereka naikkan lagi harga tabung. Makanya dalam waktu dekat akan kami panggil mereka,” terangnya. (egy)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!