Bahas Sagu, Jurnalis Upeks Raih Juara II Penulisan Inovasi Iptek 2018 – UPEKS
SULAWESI SELATAN

Bahas Sagu, Jurnalis Upeks Raih Juara II Penulisan Inovasi Iptek 2018

* Lomba Digelar Kemenristekdikti Peringati Harteknas 23

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Jurnalis Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks), Hafsah Maharani Sudirman berhasil meraih juara II Lomba Penulisan Inovasi Iptek Kategori Wartawan yang digelar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan tema “Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi” dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23.

Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Penulisan Inovasi Iptek, Foto Inovasi Iptek dan Vlog Inovasi Iptek untuk Wartawan, Penulis Umum dan Mahasiswa berlangsung pada puncak acara Malam Apresiasi Harteknas di Pekanbaru, Riau, Jumat (10/8/2018).

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menristekdikti, Prof. Mohamad Nasir Ph.D. Turut hadir mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Sekretaris Jenderal Pendidikan Tinggi (Sekjen Dikti), Prof Dr Ainun Na’im, Ph.D., M.B.A, Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi, Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si, pimpinan daerah, perguruan tinggi, serta perwakilan industri Indonesia.

Dari ratusan tulisan yang masuk ke tim juri, Hafsah Maharani mendapatkan piagam penghargaan dan plakat juara II berkat karya tulisan yang berjudul “Sagu, Sumber Pangan dan Energi Alternatif”.

Dalam karya tulisannya, menjelaskan soal Sagu yang menjadi makanan pokok yang disebut Pugalu atau Kapurung oleh masyarakat Luwu Raya di Sulawesi Selatan. Sagu yang kaya gizi tersebut juga dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan diharapkan dapat dilirik oleh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda untuk mencintai makanan olahan sagu ketimbang fast food atau junk food. Sehingga dapat
menjaga kemandirian pangan.

“Sagu memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Di masa depan, seperti hasil berbagai penelitian, tepung sagu akan banyak digunakan untuk keperluan industri, antara lain sebagai bahan pembuatan roti, mie, kue, sirup berfruktosa tinggi, asam amino, sorbitol, asam organik, bahan perekat, dan plastik mudah terurai secara alami (biodegradable). Serta limbah pengolahan sagu dapat digunakan sebagai pakan ternak untuk industri peternakan,” papar Redaktur Harian Upeks tersebut.

Dalam tulisannya, alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Fajar angkatan 2000 (kini Unifa) ini, menjelaskan soal berbagai manfaat Sagu yakni mulai dari daun hingga batang dan pati Sagu sendiri. Termasuk menawarkan solusi kepada pemerintah untuk mengantisipasi krisis energi di era revolusi industri 4.0 ini, dengan mengembangkan Sagu sebagai sumber energi alternatif terbarukan. Pasalnya, dari berbagai hasil riset yang telah dilakukan para peneliti di tanah air, telah membuktikan Sagu sangat potensial sebagai sebagai sumber bahan baku penghasil energi Etanol dan Bioetanol.

“Seperti disebutkan Peneliti Ir. Sumaryono, MSc dari Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, bioetanol yang dihasilkan dari sagu sebagai campuran premium tidak mengandung timbal dan tidak menghasilkan emisi hidrokarbon sehingga ramah lingkungan,” ungkap mantan wartawati Harian Pedoman Rakyat (PR).

Selain pemanfaatan Sagu, dalam karya tulisan itu, juga disampaikan soal komitmen Pemerintah Luwu Raya, khususnya Luwu Utara sebagai salah satu sentra penghasil Sagu di Sulsel untuk mengembangkan dan melestarikan Sagu melalui regulasi Perda. Serta mengusulkan kepada stakeholder, khususnya pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan perhatian serius dalam membudidayakan Sagu di daerah pesisir Indonesia sebagai tanaman pangan masa depan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!