Desa Boiya Dapat Bantuan Rp150 Juta dari Kementerian Sosial RI – UPEKS
SULAWESI SELATAN

Desa Boiya Dapat Bantuan Rp150 Juta dari Kementerian Sosial RI

ENREKANG, UPEKS —  Dinas Sosial Kabupaten Enrekang melakukan  Sarasehan Keserasian Sosial bersama masyarakat Desa Boiya, Kecamatan Maiwa, Kab. Enrekang, Senin (24/9/18).

Acara yang mengangkat tema Harmoni Dalam Keberagaman dihadiri Dinas Sosial Provinsi Sulsel diwakili oleh Ananda dan Ibrahim dari Staf Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), Kadis Sosial Enrekang H. Yunus Sirajuddin, Kades Boiya Samir, Satpol PP dan Damkar Enrekang, Sekcam Maiwa Salmiati Ibrahim S. Ip. F. Ap, Kapolsek Maiwa, Danramil Maiwa, pendamping Keserasian Sosial Kab. Enrekang Isra. S. Kom, Ketua Forum Keserasian Desa Boiya Hasan,S.Pd.M.Pd

Bantuan dana Keserasian sosial dari Kementrian Sosial RI  Sasarannya adalah kearifan lokal seperti gotong royong dalam rangka pencegahan dan peredaman konflik.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Enrekang Sukma Dani,S.Pd.M.Si mengatakan
Desa Boiya adalah satu diantara empat titik di Enrekang yang mendapat bantuan dari Kementrian Sosial RI sebesar 150 juta rupiah dengan rincian 100 juta untuk fisik, 50 juta untuk pembangunan tugu dan biaya oprasional yaitu untuk pemberdayaan masyarakat dan kegiatan tematik.

” Kita akan penuhi semua desa,  pertimbangannya Desa Boiya berbatasan dengan daerah lain yang berpotensi sangat rawan konflik. Bantuannya berupa fisik dan biaya oprasional sosialisasi bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bantuan ini”. Imbuhnya.

Sementara itu Kadis Sosial Enrekang H. Yunus Sirajuddin mengatakan bantuan ini merupakan kegiatan yang berpotensi dapat meredam terjadinya bencana sosial.

Menurutnya,  berhasil tidaknya program ini ditentukan oleh masyarakat setempat,  karena semuanya dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.

” Nafas dari kegiatan ini adalah membangkitkan persaudaraan dengan gotong royong. Jika itu sudah terpelihara maka kondisi keamanan didesa tersebut akan tetap terjaga dengan baik. Kita adalah masyarakat majemuk yang heterogen. Oleh karena itu jika tidak ditangani dengan baik bisa saja menimbulkan konflik karena adanya pertumbuhan ekonomi dan SDM yang tidak merata”. Kata Kadis Sosial. ( Sry)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!