Gowa Siap Terapkan Aplikasi Sigalih – UPEKS
ANEKA

Gowa Siap Terapkan Aplikasi Sigalih

GOWA, UPEKS.co.id – Kabupaten Gowa siap menerapkan Sistem informasi penanggulangan gangguan
penglihatan (Sigalih) merupakan aplikasi pencatatan dan pelaporan yang selalu update antara posbindu,  puskesmas dan Rumah Sakit untuk bisa memberikan informasi yang dibutuhkan agar penanganan pasien lebih  cepat, efektif dan efisien.

Sekda Gowa, Muchlis mengatakan, aplikasi ini siap diterapkan di Gowa, bahkan katanya ia telah melakukan  sosialisasi pelatihan pada beberapa puskesmas yang ada di Kabupaten Gowa.

“Kami di Gowa alhamdulillah siap menerapkan Sigalih ini, dari 26 puskesmas kami telah melakukan pelatihan  pembinaan ke 6 puskesmas dan 27 posbindu. Tenaga yang dilatih 6 petugas indra puskesmas dan 12 orang  kader posbindu” katanya saat video conference dengan Menteri Kesehatan RI, di Baruga Tinggimae Rumah  Jabatan Bupati Gowa.

Lebih jauh, dia juga mengaku telah menerapkan di setiap sekolah, karena 2017 lalu telah melakukan deteksi dini  di 28 sekolah dan pada 2018 ini telah dianggarkan dalam APBD dan hasilnya menjadi 110 sekolah.

“Kita sudah anggarkan dalam APBD, sisa ekolah yang belum masuk akan kita sisir lagi di tahun 2019 mendatang sehingga Gowa bisa ditarget tuntas apalagi kita sudah lakukan Sigalih ini,” jelas Muchlis.

Khusus wilayah dataran tinggi kata Muchlis diharapkan dalam waktu dekat akan dikembangkan Gowa Smart City  sehingga semua kecamatan bisa terakses internet dengan baik sehingga program Sigalih ini dapat berjalan secara  baik juga.

Kadis Kesehatan Gowa Hasanuddin mengatakan, capaian program penutasan gangguan penglihatan berjalan  sejak 2017. Hasil jajakan Dinkes ditemukan 727 orang penderita katarak, penderita kelainan Refraksi (khusus  pada anak-anak sebanyak 587 orang, penderita glaukom 29 orang, penderita xerothalmia 9 orang dan low vision  tidak ada.

Tahun 2018 dijajaki kembali, dimana penderita katarak menjafi 729 orang, penderita kelainan refraksi menjadi 532  orang, glaukom 16 orang, xerothalmia 38 orang dan low vision 30 orang.

Sementara itu Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek mengatakan, gangguan mata pada  masyarakat Indonesia cukup besar, sehingga dia meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android Sistem Informasi  Penanggulangan Gangguan Penglihatan (Sigalih).

“Hari ini kami dari Kementerian Kesehatan meluncurkan aplikasi berbasis Android bernama Sigalih untuk  pencegahan dini atas kerusakan mata terutama diakibatkan katarak,” katanya. (Sofyan).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!