Pemkot Solok Kagumi Bank Sampah Makassar, Wawali Berterima Kasih – UPEKS
ANEKA

Pemkot Solok Kagumi Bank Sampah Makassar, Wawali Berterima Kasih

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Wakil Wali Kota Solok Reinier DT Intan Batuah, mengunjungi UPTD Bank Sampah
Pusat Kota Makassar, di Jalan Toddopuli, Kamis (11/10).

Kedatangannya disambut Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI, Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup,  Iskandar Yusuf dan Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi), Saharuddin Ridwan.

Saat berada lokasi tersebut, Wakil Wali Kota Solok Reinier DT Intan Batuah mengaku kagum melihat sistem  pengelolaan bank sampah Makassar.

“Ini sangat luar biasa, patut menjadi contoh untuk daerah lain,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengunjungi Warung Kopi (Warkop) bank sampah di Jalan Anggrek Raya, tak jauh dari  lokasi UPTD bank sampah pusat.

Diwarkop tersebut terdapat puluhan Direktur bank sampah yang mengikuti pelatihan peningkatan sumber daya  manusia (SDM) tentang quality control barang pilihan sampah.

Didepan para direktur bank sampah, Wawali Solok Reinier DT, mengungkpan jika kedatangannya ke tempat ini  untuk pelajari sistem pengelolaan persampahaan di kota Makassar.

“Karena Makassar ini sebagai salah satu kota yang terbaik dalam hal pengelolaan sampahnya. Hal itu terbukti  dengan berhasil meraih piala adipura tiga kali berturut turut, dan salah satu faktornya adalah pengelolaan bank  sampah,” kata Reinier DT.

Olehnya itu, dia berharap dengan kunjungan ini pemerintah kota Solok dapat mengadopsi dengan baik sistem  pengelolaan persampahan yang baik seperti yang dilakukan di Kota Makassar.

“Saya mau contoh cara pengelolaan sampah yang baik di Makassar, sehingga kedepannya Kota Solok juga bisa  meraih piala adipura,” ujarnya.

Sementara Deng Ical sapaan akrab Wawali Makassar menyampaikan terima kasih atas kedatangan Wakil Wali  Kota Solok beserta rombongan di Kota Makassar.

“Karena dengan kedatangan kita semua ini membuat tambah semangat para ibu ibu Direktur bank sampah,  karena apa yang mereka lakukan itu ternyata mendapatkan apresiasi,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini mereka semua bisa bertahan menggeluti bank sampah, itu bukan karena uangnya tapi  karena apresiasinya masyarakat yang begitu besar sehingga membuat mereka bisa bertahan.

“Sebelum apresiasi masyarakat, ada apresiasi dari pemerintah. Kalau dulu itu semua pengelola sampah dianggap bidang yang kotor, jorok dan negatif, tapi sekarang ini sudah memiliki kebanggan karena mereka telah diakui  sebagai salah satu elemen yang mampu membuat masyarakat itu dapat piala adipura,” pungkasnya.

“Setiap kali pemerintah Kota Makassar mendapatkan piala adipura selalu kita sampaikan ke masyarakat bahwa ini  bukan karena Wali Kota atau Wakil Wali Kota dan Direktur lainnya. Tapi ini karena keterlibatan masyarakat yang  sudah sampai di unsur terkecil mulai dari bank sampah unit, RT dan RW, sehingga kita bisa memperoleh  penghargaan piala adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup,” tambahnya.(Mimi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!