Survei BPS, Layanan Haji 1439H/2018M Sangat Memuaskan     – UPEKS
NASIONAL

Survei BPS, Layanan Haji 1439H/2018M Sangat Memuaskan    

JAKARTA, Upeks.co.id– Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei kepuasan jemaah terhadap pelayanan pemerintah pada penyelenggaraan haji 1439H/2018M. Hadir dalam rilis survei di kantor BPS ini, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali beserta jajarannya.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun ini sebesar 85,23 atau sangat memuaskan. Indeks ini lebih tinggi dibanding tahun 2017 yang sebesar 84,85. Juga lebih besar dari tahun 2016 sebesar 83,83 dan tahun 2015 adalah 82,67.

“Ada peningkatan sebesar 0,38. Ini capaian bagus dan menjadi tantangan luar biasa bagi Kementerian Agama,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Kamis (22/11).

Suhariyanto menyatakan, BPS dalam beberapa tahun terakhir selalu melakukan survei indeks kepuasan. Survei ini bertujuan mengukur indeks kepuasan, sekaligus merekam saran dan masukan jemaah untuk perbaikan ke depan.

Survei dilakukan dengan mendsitribusikan 12 jenis kuesioner. Selain itu juga dilakukan wawancara dan observasi. Total sampel berjumlah 14.400 jemaah haji. “Jumlah ini cukup besar karena jumlah jemaah haji tahun 2018 mencapai 221.000 jemaah haji,” ujarnya.

Dari 14.400 kuesioner yang disebar, sebanyak 9.000 di antaranya kembali ke petugas. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun 2017 yang hanya mencapai 8.000. “Ini bukti adanya kesadaran jemaah haji dalam mengembalikan dan mengisi kuesioner semakin membaik,” jelasnya.

Kepuasan pelayanan haji yang disurvei di antaranya: pelayanan bus antarkota, pelayanan bus shalawat, pelayanan petugas, pelayanan ibadah, pelayanan hotel, pelayanan katering non-Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina), pelayanan katering Armina, pelayanan bus Armina, pelayanan tenda dan layanan lainnya.

Menurut Menag, peningkatan indkes kepuasan patut disyukuri. Caranya adalah dengan terus berupaya mempertahankan kualitas kinerja. Capaian ini tentu merupakan buah dari dedikasi petugas haji yang luar biasa dan kebersamaan kementerian dan lembaga selama musim haji. Peningkatan indeks ini juga merupakan kontribusi dari ketaatan jemaah haji Indonesia serta fasilitas yang diberikan pemerintah Saudi Arabia.

Menag juga bersyukur karena banyak menerima masukan dari hasil survei ini. Disinggung soal masih adanya ketidakpuasan jemaah di Armina, Menag menjelaskan bahwa aspek tersebut tidak sepenuhnya menjadi kewenangan Indonesia, tapi pemerintah Saudi Arabia. Dikatakan Menag, haji adalah pekerjaan besar di rumah orang dengan kompleksitas persoalan.

“Ini gawe di rumah orang. Jadi kita tidak bisa leluasa mengatur segala sesuatunya karena ini di negara orang dengan regulasi yang berbeda. Kita juga harus bisa memposisikan diri. Pemerintah Saudi Arabia juga tidak sederhana melayani tamu yang jumlahnya jutaan orang. Poinnya kita mengerti dan kita berupaya kualitas pelayanan haji semakin membaik,” jelas Menag. (rls)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!