Siswa SDN 288 Wailimbong Menyedihkan, tak Ada Guru, Sebulan 35 Siswa tak Belajar – UPEKS
EDUKASI BUDAYA

Siswa SDN 288 Wailimbong Menyedihkan, tak Ada Guru, Sebulan 35 Siswa tak Belajar

TATOR,UPEKS.co.id—Memprihatinkan. Sebanyak 35 siswa SDN 288 Kelas Jauh Wailimbong, Lembang Dewata, Kecamatan  Mappak, TanaToraja, tidak bisa bersekolah karena tidak ada guru yang mengajar mereka.

“Siswa yang ada di sana sudah satu bulan tidak sekolah. Padahal rata-rata siswa harus menempuh perjalanan ke  sekolah dengan jalan kaki selama setengah jam sampai 1 jam, dan ketika tiba di sekolah tidak ada guru. Akibatnya, mereka mencari sekolah untuk numpang belajar di sekolah terdekat yang mau menerima mereka untuk  belajar,” ujar Randa Bungatana, warga setempat, kepada Upeks Minggu, 2 Desember 2018.]

Randa mengatakan, SDN 288 Kelas Jauh Wailimbong ini terletak di daerah perbatasan Tana Toraja dengan  kabupaten Pinrang.

Gedung sekolah ini, kata dia, sudah permanen dan dibangun pemerintah beberapa waktu yang lalu. Ada tiga kelas  di sekolah itu. Dia mengatakan, penyebab siswa tidak sekolah karena guru yang ada di sana rata-rata merupakan  tenaga honorer.

“Ini sangat memprihatinkan, padahal mereka ini akan ikut semester dan ujian nasional bagi kelas enam,” tutur  Randa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja, Anton Toding, yang dikonfirmasi Upeks terkait masalah ini,  menyatakan pihaknya belum mendapat laporan soal itu.

Dinas Pendidikan, kata Kadis Anton Toding, segera  menelusuri kebenaran laporan warga tersebut, karena hal ini terkait nasib siswa-siswi yang akan mengikuti ujian  semester dan ujian nasional.

”Terima kasih informasinya. Kami akan segera mencaritahu kebenarannya dan apa masalahnya di sana,” tutur  Anton.

Anton mengatakan, Kelas jauh Wailimbong merupakan pengembangan dari sekolah induk SDN 288 Mappak. Di  sekolah ini, sepengetahuan Dinas Pendidikan, ada satu guru PNS, yang juga bertindak sebagai Kepala Sekolah  dan beberapa guru honorer, termasuk tenaga kontrak daerah yang baru-baru terangkat oleh pemerintah daerah.

“Ada guru yang kita tempatkan di sana. Kalau laporannya tidak ada guru yang masuk, nanti kita caritahu kebenarannya,”kata kadis Pendidikan Anton T”. (Anra).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!