NASIONAL

Empat Menteri Tinjau Pos Tagana Lamsel

foto: Rizky Panchanov/Radar Lampung

BANDARLAMPUNG, Upeks.co.id–Penanganan korban pascatsunami Selat Sunda harus menjadi prioritas. Untuk itu, empat menteri Kabinet Kerja pun kemarin (25/12) mengunjungi Desa Waymuli Timur, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Yakni Menteri Koordinator Perempuan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.

Didampingi Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dan Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto beserta jajaran, keempat menteri ini langsung menuju Posko Tanggap Darurat Bencana (Tagana) dan dapur umum di desa yang paling parah terdampak tsunami ini. Tiba di posko, Puan Maharani langsung berbincang dengan tim gabungan dan relawan.

Anak presiden ke-5 ini meminta agar pendistribusian makanan dan logistik harus sampai ke seluruh warga yang terkena dampak. Harus dipastikan ya semuanya dapat,” ujar Puan ke salah satu tim yang bekerja di dapur umum.

Para menteri juga meninjau semua fasilitas yang tersedia di dapur umum. Bersama Menkes Nila F. Moeloek, Mensos Agus Gumiwang, dan Gubernur Ridho, Puan naik ke mobil dapur umum berjalan. Bahkan di atas mobil milik Kemensos ini, Puan sempat mengambil alih tugas juru masak dengan memasak mi instan bersama Nila Moeloek.

Kunjungan empat menteri ini juga dimanfaatkan sejumlah pengungsi korban tsunami Selat Sunda untuk menceritakan pengalaman mengerikannya. Salah satunya, Asni (45).

Haduh bu, serem banget. Pas gelombang datang itu, ya Allah suaranya grubuk grubuk… grubuk. Nggak ada tanda-tanda, tahu-tahu air sudah naik ke atas,” kata Asni sambil menangis dan berharap bantuan agar rumahnya kembali dibangun.

Puan pun langsung memeluknya, memberi semangat dan ketabahan. Kemudian, Puan menjelaskan, pihaknya memberikan bantuan secara simbolis ke empat keluarga yang menjadi korban karena sedang melakukan validasi data. Kami sedang melakukan validasi terkait dengan ahli waris untuk mendapatkan santunan dari pemerintah, jelasnya.

Selain itu, imbuhnya, fokus pemerintah juga mulai melakukan rekonstruksi pembangunan pascatsunami. Penanganan pengungsi dan pelayanan kesehatan jadi fokus utama. Sementara, pencatatan serta pendataan sarana-prasarana infrastruktur dan kerugian rumah juga sedang dilakukan,” ujarnya seraya meminta koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus dilakukan.

Terkait rekonstruksi pembangunan rumah terdampak tsunami, Puan mengatakan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu apakah rumah yang hancur itu layak dibangun kembali di lokasi yang sama atau harus direlokasi. Nanti PUPR membantu membangun rumah yang rusak. Namun, kita nanti buat peraturan tata ruang apakah bisa dibangun kembali atau harus direlokasi,” kata dia.

Karenanya, Puan memerintahkan Pemkab Lamsel melakukan pendataan wilayah mana saja yang habis terkena sapuan tsunami. Nantinya dari kajian pemerintah itu barulah PUPR membangun rumah terdampak tsunami.

Karena ini penting. Jangan sampai kita bangun rumah, kemudian kembali terkena bencana. Ini yang penting relokasi rumah-rumah. Bukan hanya aman dari gempa, tetapi juga bencana,” ujarnya.

Sementara disinggung apakah tsunami ini bisa ditetapkan sebagai bencana nasional, menurutnya, belum perlu. Sebab, pemerintah daerah khususnya Pemkab Lamsel telah menetapkan masa tanggap darurat selama satu minggu. Kami sudah tetapkan tanggap darurat satu minggu. Jadi belum perlu penetapan bencana nasional. Kita lihat lagi nanti apakah diperpanjang atau tidak. Semua pemerintah dan instansi terkait sudah turun,” ujarnya seraya memastikan seluruh wilayah termasuk pulau terluar, seperti Pulau Sebesi dan Sebuku, sudah bisa ditembus bantuan seperti makanan dan obat-obatan.

Senada disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Kemungkinan pemerintah dalam melakukan rekonstruksi pembangunan akan merelokasi, khususnya pemukiman yang sangat dekat dengan bibir pantai. Salah satunya yang akan direlokasi di Banten.

Kalau persis di bibir pantai, apa iya dibangun rumah seperti itu. Kalau dibangun lagi, ya pemerintah nanti disalahkan. Pasti (dibangun, Red) pertama lokasinya kalau di Palu yang bencana likuifaksi itu kita cari tempat yang aman dari bencana likuifaksi. Begitu juga tsunami, kita harus cari tempat yang aman dari tsunami. Ini kita harus bicarakan dengan gubernur dan masyarakatnya,” kata dia saat mengunjungi Dusun Cugung.

Memang, imbuhnya, meninggalkan kampung halaman yang sudah didiami berpuluh-puluh tahun sulit dilakukan. Karenanya, sosialisasi dan diskusi bersama warga perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman sehingga mau direlokasi. Meninggalkan tempat lahir mereka tidak gampang. Kalau pemerintah membangun kembali harus dipikirkan lagi,” ujarnya seraya memastikan pihaknya juga akan membangun fasilitas umum dan sosial, terutama membangun sekolah yang jadi prioritas. (FIN)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
izmir escort ataköy escort izmir escort izmir escort buca escort ankara escort ankara escort beylikdüzü escort ankara escort çankaya escort keçiören escort Ankara escort Antalya escort bakırköy escort avcılar escort Pendik escort travesti porno izle antalya escort radyo dinle tv izle aydin escort zonguldak escort kutahya escort bahis siteleri canlı bahis manisa escort cankiri escort bursa escort samsun escort istanbul escort ankara escort pendik escort