MAKASSAR CITY

KBA Burasa Ubah Citra Lorong ‘Texas’ Jadi Pemukiman Ramah

Suasana persimpangan jalan di KBA Burasa

“Awalnya, saya pesimis KBA bisa bertahan lama di lorong ini. Bukan apa-apa, plang nama jalan saja yang kita pasang, dicabut dan dirusak. Padahal baru satu hari kita pasang. Dinding yang sudah kita cat, ada yang corat coret,” kenang Sultan Dg Liwang, Ketua LPM Rappocini sekaligus inisiator KBA Burasa, Kamis (27/12) lalu.

Nada suara Dg Liwang makin tinggi saat menceritakan masa-masa awal merintis KBA di Rappocini. Dia mengaku tak mudah memulainya. Awalnya ada saja warga yang menolak. Tapi tidak dinyatakan langsung. Memprotes dengan merusak plang dan petunjuk jalan.
“Saya tidak tahu siapa yang rusak. Tapi ada yang bilang anak-anak remaja yang lakukan cuma tidak ada yang melihat langsung pelakunya,” ujarnya lagi.
Sultan Dg Liwang masih menjabat Ketua RW saat memulai merintis KBA Burasa di Rappocini pada 2016 lalu. Lorongnya berhasil terpilih menjadi salah satu KBA di Indonesia. Prosesnya tak instan. Melalui tahapan yang panjang dan ketat. Di Makassar terdapat 67 lorong yang ikut bersaing. Namun hanya satu yang sesuai syarat yang ditetapkan Astra Group, yaitu kawasan RW 01-RW 05. Tepatnya di Jl Rappocini Raya, Lorong 5 dan Lorong 3. “Memang tercatat dua RW karena berdekatan tidak bisa dipisahkan,” kata Dg Liwang.
Ini belum menjadi kabar gembira bagi Liwang saat mengetahui daerahnya terpilih. Ada dilema di benaknya. Bisakah lorong yang terkenal rawan tindakan kriminal menjadi lorong KBA?
Kawasan Rappocini memang sudah sangat terkenal di Makassar sebagai kawasan rawan terjadi tindakan kriminal, mulai dari perang kelompok, begal, copet, hingga perkelahian. Daerah ini pun dijuluki sebagai daerah ‘Texas’.
Kesan sebagai daerah Texas itu pun semakin menjadi tatkala Dg Liwang mendapatkan plang-plang nama jalan dirusak.
“Saya langsung mendatangi salah seorang yang dituakan di kampung ini. Tetapi bukan solusi yang kami dapatkan. Malah dia bertanya sejak kapan lorong ini dijual jadi kampung,” ujar Liwang sambil menepuk jidatnya.
Tapi dia tidak menyerah. Dia berusaha menjelaskan bagaiamana peranan KBA untuk mengubah citra lorong yang kumuh dan tak nyaman menjadi lebih layak dan ramah. Dia pun bersungguh-sungguh mewujudkan itu.

Isi Kantong Mulai Membaik
Satu per satu, harapannya di awal merintis KBA Burasa itu terwujud. Lorong-lorong yang tadinya terlihat suram dipoles. Jalan batako dicat warna warni. Kanan kiri jalan dihiasi dengan tanaman hias. Dinding-dinding lorong dipercantik dengan gambar-gambar yang indah. Penuh warna warni.
Setiap jalan di beri nama. Ada Jalan Astragraphia, Jalan Honda Beat, Jalan Honda Revo, Jl Astra International, dan banyak lagi nama jalan yang mewakili Astra. Belum lagi di persimpangan tiga terpasang petunjuk jalan berwarna orange. Menginformasikan arah titik-titik pusat kegiatan KBA Burasa. Mulai dari UKM Rotan, Puskeskel, PAUD, Posyandu, Sanggar Seni, TPA, dan Rumah Toga.
Warga pun satu per satu terlibat aktif di KBA ini. Mereka mulai merasakan manfaatnya. Bukan hanya suasana lingkungan saja yang berubah, tetapi isi kantong pun perlahan membaik.

Alex Lapasila (58) Pengrajin Rotan

Beberapa warga mulai menikmati tambahan pendapatan dengan aktif mengikuti kegiatan KBA. Misalnya saja UKM Rotan yang menjadi binaan KBA Burasa. “Puji Syukur. Astra memberikan bantuan modal untuk meningkatkan usaha kami,” ujar Alex Lapasila (58) yang ditemui di tempat kerjanya.
Belum lagi pendapatan warga dari hasil menjual limbah minyak rumah tangga yang dikenal dengan sebutan minyak jelantah. Ada juga pendapatan dari menabung sampah di Bank Sampah Rappocini.
“Setelah KBA Burasa berdiri, begitu banyak kegiatan produktif yang kita lakukan. Di sini ada home industri juga yang melibatkan ibu-ibu. Sudah banyak karyanya seperti bunga-bunga plastik dan bunga-bunga kaca,” tambah Dg Liwang.

Limbah minyak jelantah yang bernilai rupiah, menambah pemasukan warga.

Manfaatnya pun juga dirasakan pengelola Sanggar Seni Rappocini. Sanggar yang berdiri 2014 ini juga menjadi salah satu binaan di KBA Burasa. “Dua tahun terakhir kami bisa meraih prestasi-prestasi di dunia seni. Terakhir kami berhasil meraih juara 3 di festival Kesenian II Gowa. Kegiatan ini berskala provinsi,” kata Fadhil, Anggota Sanggar Seni Rappocini.
Bukan hanya itu, sanggar seni ini pun semakin kesohor. Beberapa even-even yang digelar di Kota Makassar melibatkan mereka. “Alhamdulillah setelah alat-alat seni kita dilengkapi, sanggar kita juga dibenahi oleh Astra, mendorong kita untuk selalu berkarya. Bahkan hampir setiap dua pekan ada saja orderan untuk pentas,” katanya lagi.

Fadhil memperlihatkan peralatan seninya di Sanggar senin Rappocini.

Empat Pilar Pendukung

Ketua Astra Group Makassar, Suardi mengatakan, KBA Burasa ini merupakan kawasan yang menjadi binaan Astra Group karena di dalamnya terdapat empat pilar kontribusi sosial Astra yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan.
“Hasil survey di beberapa tempat, maka terpilih Rappocini yang memenuhi syarat empat pilar tadi. Karena di sana sudah ada Posyandu, Poskeskel, PAUD, Pengrajin Rotan, Bank Sampah dan Tanaman Hijau Lorong,” ujarnya.

Aktivitas posyandu Dahlia

Selain itu, pemilihan Rappocini juga karena adanya keinginan untuk mengubah image sebagai daerah rawan menjadi kawasan yang ramah. “Makanya atas inisiatif saya, saya namakan KBA Burasa. Burasa adalah jenis makanan khas Sulsel. Namun dibalik itu kata Burasa adalah kependekan dari BUdaya RAppocini Sehat dan Aman. Sehat Masyarakat dan Lingkungan. Aman dari kerawanan sosial,” kata Suardi lagi belum lama ini.

Tingkat Krimininalitas Turun

Anak nyaman bermain.

Sejak 2018 ini, tingkat tindakan kriminalitas di kawasan Rappocini dirasakan oleh warga mengalami penurunan. Utamanya perang kelompok yang dulunya sering terjadi.
“Dulu di sini hampir setiap bulan ada keributan. Orang berkelahilah atau perang. Apalagi kalau bulan ramadan pasti ada perang,” ujar Ade Irmawati (27) warga Lorong 1, Jl Rappocini Raya.
Namun setahun belakangan ini terjadi penurunan. Sangat jarang lagi didengar ada perang kelompok di sekitarnya.
Hal itu juga dibenarkan Dg Liwang yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. “Betul itu dek. Saya juga baru sadar ini. Sudah agak lama memang ini tidak ada kita dengar perang-perang lagi,” ujarnya.
Menurutnya, itu bisa saja disebabkan karena adanya aktivitas positif yang dilakukan para remaja di sekitar kawasan itu. “Kan yang tadinya menganggur sekarang sudah ada aktivitasnya, misalnya ikut kesenian atau kegiatan-kegiatan lainnya. Jadi ada kesibukan. Tidak sama dulu banyak yang tidak tahu mau kerja apa,” katanya.
Lurah Rappocini, Andi Unru S.Stp yang dihubungi via whatsapp mengatakan, pihaknya juga melihat ada perkembangan positif di daerah tersebut. Utamanya dalam hal tingkat kerawanan sosial.
“Pertama lorong-lorong sudah dibenahi dan sebagian besar sudah terang. Yang dilibatkan untuk pembenahan ini adalah anak-anak muda, orang tua dan seluruh lapisan masyarakat ikut serta. Sehingga disini telah hadir rasa memiliki lorong tersebut dari masyarakat sendiri utamanya anak-anak muda ini,” tambahnya.
Melihat dampak positif yang ada, dia berharap KBA Burasa ini cakupan wilayahnya bisa diperluas. Tidak hanya meliputi dua RW saja. “Harapan kami pemerintah Kelurahan Rappocini adalah bahwa cakupan wilayah dari KBA ini dapat diperluas karena saat ini yang terlibat cuma 2 RW. Kami masih punya 4 RW yang belum tertangani,” kuncinya.
Kapolsek Rappocini, Kompol H Supriady Idrus yang dihubungi Jumat (28/12) lalu menunjukkan data akan terjadinya tren penurunan tindakan kriminal di kawasan itu. Utamanya tindakan kriminal yang sifatnya domestik. Pada 2017 tercatat terdapat 59 kasus pengeroyokan turun menjadi 35 kasus pada 2018. “Yang menarik pada 2018 ini sama sekali tidak ada kasus KDRT, padahal 2017 lalu mencapai 24 kasus,” katanya. (Muh Akbar)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!