NASIONAL

Ramai-Ramai Selamatkan Diri Naik ke Gunung Rajabasa

PASCA gelombang tinggi. Menerjang pantai pesisir di Lampung Selatan. Pemerintah dan instansi terkait. Terus berupaya melakukan evakuasi dan pencarian korban.

Berdasarkan pantauan. Kemarin. Beberapa rumah desa. Di sepanjang pesisir pantai Lampung Selatan. Rusak. Mulai dari dermaga bom Kalianda. Sepanjang jalan menuju Kecamatan Rajabasa. Sampah-sampah seperti kayu-kayu, sampah rumah tangga. Hingga siang kemarin masih berserakan akibat terbawa arus air.

Bahkan, ada sampan terseret hingga ke pinggir bahu jalan. Sejumlah rumah di Kalianda juga hancur. Diterjang ombak. Pemandangan serupa juga terjadi di Desa Canti. Sejumlah tanaman perkebunan warga seperti jagung dan padi tak lagi berdiri kokoh. Seolah menunjukan bekas keganasan ombak.

Begitu juga dengan rumah warga. Beberapa rumah warga yang khususnya bersinggungan langsung dengan bibir pantai rusak akibat hantaman ombak. Pemandangan kerusakan sejumlah rumah terus berlanjut.

Sekolah juga tak luput jadi korban. Seperti Madrasah Ibtidaiyah di Yayasan Darussalam yang atapnya hingga runtuh dan seluruh ruang kelas dipenuhi sampah.

Radar menuju lokasi terparah di Desa Waymuli Timur di Kecamatan Rajabasa. Begitu memasuki desa. Rumah yang ada di bibir pantai Desa Waymuli Timur mayoritas hancur dan rata dengan tanah hanya segelintir saja yang masih bertahan.

Begitu juga rumah di sebrang jalannya. Akses jalan yang menghubungkan ke Desa Kunjir dan Desa Batu Balak hingga terputus.

Kemarin siang, di Desa Waymulih Timur selagi proses evakuasi dan membuka jalan dengan alat berat warga juga sibuk mencari barang berharga yang masih tersisa dibalik puing. Beberapa warga juga datang untuk mencari sanak famili mereka yang masih hilang.

Sejumlah kendaraan roda empat juga terseret ke tengah pemukiman warga. Seperti mobil APV juga terseret ke bibir pantai. Bukan hanya mobil, kapal berukuran besar juga terseret hingga terdampar di tengah-tengah puing bangunan.

Prabu (47) tokoh masyarakat desa Waymulih Timur, Rajabasa mengatakan di tak lagi menyangka gelombang tinggi yang datang menerjang. “Kejadiannya berlangsung cepat. Semua nggak nyangka karena nggak ada tanda-tanda sebelumnya,” ujarnya.

Dia mengatakan kejadiannya berawal ketika gelombang pertama yang ukurannya tak begitu besar sekitar 1,5 meter datang pukul 21.10 WIB memasuki rumah rumah warga. Gombang ini juga menghancurkan kusen dan kaca-kaca rumah.

“Baru gelombang kedua datang sekitar tinggi 12 meter setinggi atap dan pohon kelapa dengan cepat dan langsung berbenturan dengan gelombang pertama terdengar suara gemuruh besar,” kata dia.

Melihat air masuk ke dalam rumah, Prabu kemudian menyelamatkan keluarganya. Dia juga membawa anaknya yang kecil. “Anak saya baru saja khitanan langsung saya gendong naik ke atas gunung untuk menyelamatkan diri,” ceritanya.

Dia mengatakan ratusan warga di Desa Waymulih Timur lantas bergegas menuju ke arah gunung Rajabasa lokasi tertinggi untuk menyelamatkan diri tanpa dikomando. Begitu juga dengan Sihabudin (40) yang merupakan ketua Pokmaswas Waymulih Timur serta pengelola TPI Waymulih.

Dia berhasil selamat dari ganasnya ombak dan sempat terseret arus laut. Ceritanya, Sihabudin yang rumahnya dibibir pantai. Malam itu, dia baru saja riungan dari rumah kerabatnya.

Pukul setengah sembilan malam dia pulang. Namun karena cuaca panas, Sihabudin memilih pergi ke TPI untuk menikmati angin laut.

“Saya cek ke ke gudang TPI. Nah pas di gudang saya buka pintu tau-tau ombak udah di depan saya terdorong sampai air masuk ke gudang dan terkunci,” ujarnya. Sadar anaknya Muhammad Ridho (10) di rumah sang nenek dia berusaha keluar dan berenang.

Rupanya kata Sahbudin, Ridho sudah menyelamatkan sang nenek. Justru kata dia, anaknya terseret ombak hingga ke tengah laut. Melihat anaknya yang terseret ombak. Sahbudin berenang untuk menyelamatkan anaknya.

“Rumah saya hancur, nggak ada yang sempat dibawa. Hanya baju saja yang melekat di badan. Anak dan istri saya sekarang mengungsi di gunung,” tuturnya seraya meratapi rumahnya yang hancur.

Dia kembali menengok kondisi rumahnya sekaligus mencari apa yang bisa diselamatkan. Selain itu, ketiga orang keluarganya juga masih hilang seperti dua keponakannya Ilham (3), Syifa (1,5) dan Bibinya Otiah (65). Sahbudin hanya bisa pasrah dan berharap keluarganya bisa ditemukan. Selain itu, dia juga berharap kapal-kapal nelayan yang rusak bisa di ganti.

Upaya menyelamatkan diri warga juga diamini oleh Sairin Kadus 01 Desa Waymulih Timur. Sairin yang sebagai kepala dusun kala itu tak menyangka air bisa naik dengan cepat dan hanya dalam hitungan menit menghancurkan rumah.

“Saya lagi ngecat tahu-tahu dengar suara ombak dentuman yang keras,” ujarnya. Seketika, dia keluar rumah dan menyelamatkan anak-anaknya berlari ke atas gunung bersama warga lain. Meski begitu, rumah Sairin tampak masih kokoh tak tersentuh ombak besar. Di dusun 01 sendiri dihuni 101 KK. Hingga kemarin, sudah 14 warganya ditemukan tewas.

“Mungkin kalau kejadiannya dini hari bisa lebih banyak lagi warga yang jadi korban. Karena kita juga kaget nggak ada tanda-tanda seperti tsunami air surut atau gempa gitu,” katanya.

Pagi harinya saya mendapatkan laporan warga. Karena ada suara dari bawah puing,” ceritanya ditemui dirumahnya. Rupanya suara itu berasal dari seorang wanita. Dia bersama dengan warga beramai-ramai membantu dengan alat seadanya.

“Pas kita angkat ternyata bu Neni sama bayinya ke gencet puing-puing. Beruntung nyawa keduanya bisa kita selamatkan,” kata dia. Menurut Sairin, warga mengungsi ke atas gunung Rajabasa dan tidur di gubuk-gubuk tempat bertani. Hingga kemarin siang, warga tak pulang dan memilih mengungsi di atas gunung dan di rumah sanak famili mereka.

Udin ahok (49) nelayan Desa Waymulih Timur, dia duduk termangu masih menunggu tim evakuasi menemukan anak dan ibunya di depan kediamannya.

Pasalnya anak bungsunya bernama Muhamad Yusuf (1,3) dan ibunya bernama Ema (75), sampai saat ini belum ditemukan dan diduga tertimpa direruntuhan kediamnnya yang tepat berada di tepi laut.

Udin Ahok bercerita, saat kejadian ia dan keluarganya tengah siap-siap untuk tidur, tiba-tiba terdengar suara dengungan seperti kapal dan langsung membentur kediamannya,”Ia mendengar hal itu kami tidak sempat keluar, karena air langsung penuh,”ujarnya.

Sempat terjadi tiga kali hantaman air laut ke kediamannya, namun pada hantaman kedua langsung menghanjurkan rumahnya yang terbuat dari geribik,”Jadi kami langsung keluar saya pegangi anak bungsu saya itu namun terlepas karena airnya kencang,”terangnya. Ia pun langsung mengevakuasi lima anaknya dan istrinya ke bagian yang lebih tinggi,”Ya nenek dan anak kecil saya gak selamat dia ketimpa bangunan sampai sekarang beluk ketemu, saya masih nunggu tim evakuasi menenukan anak dan ibu saya,”ucapnya.

Di masjid Nurul Huda Waymulih Timur, hingga kemarin sore ada 13 jenazah yang berhasil dievakuasi tim gabungan. Jenazah itu rata-rata meninggal karena terhimpit rumah yang ambruk. Diantara jenazah itu ada Joko Darmawan (40). Dia terkulai lemas begitu melihat jenazah Muhammad Firdaus (5) anaknya dan istrinya Asti (31) yang sudah terbujur kaku.

Sesekali Joko yang mengenakan baju berwana merah itu memeluk jenazah istri dan anaknya itu yang masih terbungkus terpal dan kain. Zainudin adik ipar Joko Darmawan dan adik dari almarhumah Asti mengatakan. Sang kakak saat kejadian itu tak berada dirumah. Sebab, dia berada di Desa Kunjir.

“Pas kejadian dia pulang cari istri sama anaknya. Karena malam itu mereka di rumah tidur. Tapi nggak ada. Dapat informasi katanya mengungsi ke atas gunung. Dicari juga nggak ada,” cerita Zainudin.

Kemarin, Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto yang turun ke Desa Waymulih Timur meminta warga yang mengungsi untuk turun. Dia sempat memanggil Kades Waymulih Timur Zamra Gozali untuk memerintahkan warga turun dari Gunung Rajabasa untuk dievakuasi.

“Pak Kades suruh warganya turun. Beri tahu mereka karena mau kita evakuasike posko mau kita angkut pakai mobil TNI,” kata Nanang. Namun, beberapa waktu berselang, Zamra menghampirinya Nanang, dia mengatakan bahwa warga tidak bersedia mengungsi.

“Karena warga di sini sudah mengungsi ke rumah saudara mereka masing-masing pak. Ada yang ke desa atas. Jadi mereka tidak bersedia. Sudah saya himbau tadi,” lapor Zamra ke Nanang. Mendengar jawaban itu, Nanang meminta Kades berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial untuk mendistribusikan nasi bungkus ke rumah-rumah warga.

Ya, di tengah desa Waymulih sendiri Pemkab Lamsel sudah mendirikan dapur umum. Ini belum termasuk tenda dari Satlog 043/Garuda Hitam. Zamra Gozali Kades Waymulih Timur mengatakan total jenazah tersebut akan di kebumikan di TPU Desa Waymulih. Prosesi penguburan dilakukan secara masal dalam satu lubang. Total di desa Waymulih Timur ada 17 korban meninggal dunia. Sementara 22 warga desa Waymulih Timur yang hilang masih dalam pencarian tim evakuasi.

“Kalau rumah hancur ada sekita seratusan tapi belum di data. Korban jiwa itu ada 17 orang ini mau kita kebumikan di TPU begitu jalan sudah terbuka langsung kita kubur,” jelasnya. Memang kata dia, warga tidak bersedia dan memilih mengungsi ke kediaman kerabat mereka.

Hingga tadi malam, suasana di Desa Waymulih Timur, tampak gelap gulita.

Ini memang karena listrik padam. Sepanjang jalan bak kota mati. Namun, ada kehadiran anggota TNI yang bersiaga menjaga desa.

Terpantau dari MTS Alkhouriyah yang merupakan tempat posko tenaga kesehatan dan juga dapur umum ramai dipadati relawan meskipun kondisi gelap gulita dan diguyur hujan sejak sore hari. Personil Tagana pun masih memask kebutuhan pokok di dapur umumnya meskipun suasana gelap dan digujur hujan. Akses internet di desa Waymulih juga masih terputus dan menyulitkan komunikasi.(Laporan: Rizky Panchanov/Prima Imansyah Permana, Lampung Selatan-FIN)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
izmir escort ataköy escort izmir escort izmir escort buca escort ankara escort ankara escort beylikdüzü escort ankara escort çankaya escort keçiören escort Ankara escort Antalya escort bakırköy escort avcılar escort Pendik escort travesti porno izle antalya escort radyo dinle tv izle aydin escort zonguldak escort kutahya escort bahis siteleri canlı bahis manisa escort cankiri escort bursa escort samsun escort istanbul escort ankara escort pendik escort