Mulur, Dua Jembatan di Jeneponto Dikebut Perampungannya – UPEKS
ANEKA

Mulur, Dua Jembatan di Jeneponto Dikebut Perampungannya

JENEPONTO, UPEKS.co.id – Dua proyek pembangunan infrastruktur jembatan kini dikebut pekerjaaannya oleh rekanan. Diantaranya, pembangunan infrastruktur Jembatan Alluka yang menghubungkan Tamanroya-Bontoramba di Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba.

Selanjutnya, jembatan Biring Je’ne, Desa Paitana-Mangepong, kecamatan Turatea Jeneponto. Kedua jembatan tersebut mulur, karena masa kontraknya yang seharusnya rampung Desember 2018.

Proyek jembatan Alluka menelan anggaran Rp 8 M dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2018 dikerjakan oleh PT Putra Jaya. Jembatan Biring Je’ne dikerja PT Tri Star Mandiri, dengan Konsultan Supervisi PT Miftah Multi Design ini anggarannya Rp13 M.

Akibatnya, denda berjalan. Pihak pelaksana proyek, harus membayar denda Rp13 juta per harinya untuk proyek Jembatan Biring je’ne. “Dikali dengan denda Jembatan Alluka yang juga telat di denda sebesar Rp 8 juta perhari, maka jumlahnya Rp21 juta. Sementara masa perpanjangan kontrak yakni 90 hari,” beber Kabid Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jeneponto, Budi Taufik, kepada Upeks, Jumat (11/1/2018) malam.

Terkait faktor keterlambatan, Taufik menyampaikan alasan yang sama dengan mulurnya Jembatan Alluka dan Biring je’ne, pertama kata dia, rangka baja sempat mengalami kelangkaan dari sumber pengambilan, di Cikarang.

Kemudian, kembali terhambat antrean kapal yang berminggu-minggu di Peti Kemas Pelabuhan Makassar. “Tapi sekarang rangka baja itu sudah tiba. Jadi tinggal dipasang,” ungkapnya.

Akibat mulurnya jembatan ini, warga masih terpaksa menyeberangi sungai. Khususnya anak sekolah yang tiap hari melintasi sungai yang menghubungkan dusun Biring Je’ne dengan dusun Paitana Turatea itu. “Tapi Sungai itu dangkal,” kata Taufik.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto, Ramadiyagus selaku Tim TP4D saat dikonfirmasi membenarkan rangka baja sudah tiba di lokasi. Pihaknya meminta rekanan atau kontraktor segera memasang agar pengerjaan kedua jembatan tersebut dapat rampung secepatnya.

Selain itu, Ramadiyagus juga meminta rekanan tersebut bekerja sesuai bistek konstruksi. Pasalnya, proyek tersebut sangat strategis dalam menopang segala aspek terutama roda perekonomian masyarakat, tandasnya. (Lau).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!