Dua Gadis di Bawah Umur Asal Gowa Korban Perdagangan Manusia – UPEKS
ANEKA

Dua Gadis di Bawah Umur Asal Gowa Korban Perdagangan Manusia

GOWA, UPEKS.co.id– Dua Wanita yang masih di bawah umur merupakan warga Kabupaten Gowa, DN (17) dan  NA (18) korban perdagangan manusia (Human Trafficking).

Kasus ini terungkap setelah unit Satreskrim Polres Gowa berhasil menangkap tiga orang pelaku yakni lelaki ABA  (38), MS (23) dan seorang perempuan NR (17).

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Hery Purnama saat menggelar press Realise di Halaman Mapalolres Gowa,  Senin (11/2/2019) menjelaskan terbongkarnya kasus perdagangan manusia ini setelah salah satu keluarga korban
melaporkannya ke Polres Gowa kalau anaknya beberapa hari tak kunjung pulang.

“Kami menerima laporan dari salah satu keluarga korban yang sungguh malang nasib dua orang wanita pencari  kerja asal Gowa ini,” ujarnya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Gowa, pelaku Amir Bin Ambo merupakan pemilik Cafe di Kabupaten Pangkep.  Pelaku bersama dua orang rekannya, Muh. Saing (23) dan Nurahmi (17) mempekerjakan kedua korban di  Cafenya.

“NR ini berperan menawarkan pekerjaan kepada korban sebagai karyawan di cafe dengan iming-iming gaji Rp500.000 per minggu. Setelah tiba di Cafe milik pelaku Amir, korban dipekerjakan sebagai pelayan yang tugasnya  menemani tamu untuk minum minuman beralkohol,” ungkap Herly Purnama saat merilis kasus ini di Mako Polres  Gowa, Senin (11/2).

Ia menerangkan, sebelum korban dibawa ke Pangkep oleh Amir dan Muh. Saing, korban tidak mengetahui akan  dipekerjakan sebagai pelayan cafe yang menemani tamu untuk minum minuman keras.

“Menurut pengakuan korban, mereka sempat meminta izin untuk pulang ke rumahnya di Gowa, namun tidak  diizinkan oleh pelaku,” terangnya.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap pelaku Amir dan Nurahmi, ia mengakui mempekerjakan kedua korban di  cafe yang berbeda. DN dipekerjakan dicafe 01 dan NA dipekerjakan di cafe Alexis, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep.

“Setelah memperoleh informasi tersebut, personil Satreskrim dan Unit PPA Polres Gowa langsung menjemput  kedua korban di Pangkep,” ujarnya.

Saat ini, ketiga pelaku sudah diamankan di Polres Gowa dan telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan  sejumlah barang bukti. Adapun barangbukti yang berhasil diamankan yakni 4 buah HP berbagai merk yang  digunakan pelaku untuk menghubungi korban.

“Ketiga pelaku kita kenakan dengan pasal 2 UU No. 21 Tahun 2017 tentang pemberantasan tindak pidana  perdagangan orang atau pasal 183 Jo pasal 74 UU no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan atau pasal 83 Jo  pasal 76 f UU no. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau pasal 332 KUPH pidana dengan ancaman  hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.

Herly menambahkan bahwa kasus perdagangan manusia ini terungkap setelah orang tua korban melaporkan  kasus tersebut pada hari Jum’at (8/2).

“Orang tua korban ini melaporkan bahwa anaknya NA meninggalkan rumah pada tanggal 26 Januari 2019. Ia  mengaku anaknya akan dijemput oleh pelaku di Jl. Minasaupa, Makassar dan akan dibawa ke Pangkep,”  tambahnya. (sofyan).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!