Hari Ini, Kombes Pol. Darwis Rincing Ujian Promosi Doktor di PPs UMI – UPEKS
EDUKASI BUDAYA

Hari Ini, Kombes Pol. Darwis Rincing Ujian Promosi Doktor di PPs UMI

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Alhamdulillah, mantan Kapolres Mamuju dan Takalar, Kombes Pol Darwis,Rincing,SH,MH, Senin hari ini, (11/2) dijadwalkan ujian promosi doktor Hukum di Program Pascasarjana  UMI, Makassar.

Alumnus Sepa PK Tahun 1994 di Akmil Magelag itu akan mempertahankan disertasi hasil penelitiannya berjudul  ”Hakikat Restorative Justice Dalam Penegakan Hukum Pidana melalui Pendekatan Kearifan Lokal (Studi Pada
Kepolisian Daerah Sulsel).

Saat ujian promosi, dijadwalkan bertindak Promotor,Prof Dr HM Said Karim,SH,MH, Ko Promotor Prof Dr H  Sufirman Rahman,SH,MHdan Dr H Baharuddin Badaru,SH,MH.

Kombes Pol M Darwis Rincing,SH lahir di Abbokongan 1968 merupakan putra pasangan H Rincing (alm) dan Hj  Nani. Tamat SD Abbokongan (1981), SMP di Rappang (1984), SMA di Rappang (1987), S1 Fisika IKIP (1992), S1  Hukum Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta (2007), Magister (S2) Hukum di PPs UMI (2012) dan lanjut S3  Hukum PPs UMI tahun 2015.

”Alhamdulillah, di tengah-tengah kesibukan tugas negara sebagai anggota Polri, kami selalu aktif menyisihkan  waktu untuk kuliah dalam rangka peningkatan Sumberdaya Manusia. Pertimbangannya. Kami sadar, dinamika  masyarakat terus berkembang, sehingga tugas sebagai anggota Bhayangkara juga makin kompleks. Kami berprinsip, peningkatan kapasitas keilmuan wajib hukumnya,” kata Darwis Rincing yang juga  pernah tugas di Polda Sulsel itu.

Menyinggung dasar pemikiran sehingga memilih disertasi penelitian berjudul ”Hakikat Restorative Justice Dalam  Penegakan Hukum Pidana Melalui Kearifan Lokal”, Darwis Rincing saat ditemui Upeks, baru-baru ini mengatakan,  dalam praktek, Restorative Justice banyak membantu tugas kami menyelesaikan berbagai problem kemasyarakatan di lapangan.

”Hanya saja, dari sisi ilmu hukum, meski penerapan Restorative Justice banyak manfaatnya, terutama karena dalam upaya penyelesaian masalah banyak mengaktifkan para pemangku kepentingan, termasuk pelaku dan korban. Untuk efektifnya restorative justice, para penegak hukum termasuk Polri sangat membutuhkan limitatif  kewenangan sebagai payung hukum,” tutur suami dari Emi Sumijati,SH dan ayah Fathur Wisnu Muhammad itu. (arf).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!