Teliti Restorative Justice, Kombes Pol Darwis Rincing Raih Doktor Hukum di PPs UMI – UPEKS
EDUKASI BUDAYA

Teliti Restorative Justice, Kombes Pol Darwis Rincing Raih Doktor Hukum di PPs UMI

 

RAIH DOKTOR. Kombes Pol Darwis Rincing,SH,MH saat promosi doktor hukum pada Program Pascasarjana UMI, Makassar, Sulsel, Senin (11/2). Ist.

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Mantan Kapolres Takalar dan Mamuju, Kombes Pol Darwis,Rincing,SH,MH, Senin,  (11/2) meraih Doktor Hukum pada Program Pascasarjana (PPs) UMI, Makassar dengan yudisium sangat memuaskan.

Predikat Doktor Hukum diperoleh setelah berhasil pertahankan ujian promosi disertasi berjudul ”Hakikat
Restorative Justice Dalam Penegakan Hukum Pidana Melalui Pendekatan Kearifan Lokal (studi pada Kepolisian
Polda Sulsel).

Bertindak Promotor,Prof Dr HM Said Karim,SH,MH, Ko Promotor Prof Dr H Sufirman Rahman,SH, MH dan Dr H  Baharuddin Badaru,SH,MH, penguji eksternal Prof Dr Slamet Sampurno, SH,MH,DFN dan Ketua Tim, Prof Dr Semmaila.

Tim penguji, Prof Dr H La Ode Husen,SH,MH, Prof Dr Said Sampara,SH,MH, Prof Dr H Syamsuddin
Pasamai,SH,MH,Prof Dr Baharuddin Hamza dan Dr Mahfud Najamuddin.

Ujian promosi doktor dihadiri puluhan perwira dan bintara Polda Sulsel termasuk dari Polres Takalar dan  Makassar,kerabat/keluarga, guru dari LPP UMI serta tokoh masyarakat Takalar dan undangan lainnya.

Alumnus Sepa PK Tahun 1994 di Akmil Magelag itu akan mempertahankan disertasi hasil penelitiannya berjudul  ”Hakikat Restorative Justice Dalam Penegakan Hukum Pidana melalui Pendekatan Kearifan Lokal (Studi Pada  Kepolisian Daerah Sulsel).

Dalam penelitiannya, Darwis Rincing mengemukan, hakikatnya restorative justice dalam penegakan hukum pidana  melalui pendekatan kearifan lokal, adalah penyelesaian kasus menggunakan sarana diluar sistem peradilan  pidana.

Teknisnya dengan memanfaatkan instrumen musyawarah antara pihak yang bermasalah, guna memulihkan  keseimbangan masyarakat yang telah terganggu akibat terjadinya perbuatan melawan hukum, kata Darwis Rincing  yang kini menjabat Kabid Fotografi Keplisian Pus Inafis Bareskrim Polri itu.

Hanya saja, lanjut Darwis, tidak semua kasus dapat direstorative justice. Melainkan kasus tertentu saja yang  dipandang bersesuaian dengan keyakinan kepolisian dan memang dipandang membawa manfaat besar sesuai  kewenangan tindakan kepolisian sebagai Pemelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkantibmas) serta  prinsip asas diskresi kepolisian.

”Untuk efektifnya implementasi restorative justice dalam penegakan hukum, sebaiknya dibuatkan payung hukum  yang dituangkan dalam suatu kebijakan legislatif hukum pidana. Baik lingkup hukum pidana materil,hukum pidana  formil dan hukum pelaksanaan pidana,” tutur suami dari Emi Sumijati,SH dan ayah Fathur Wisnu Muhammad itu.

Kombes Pol M Darwis Rincing,SH lahir di Abbokongan 1968 dan buah pernikahan pasangan H Rincing (alm) dan  Hj Nani. Tamat SD Abbokongan (1981), SMP di Rappang (1984), SMA di Rappang (1987), S1 Fisika IKIP (1992),  S1 Hukum Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta (2007), Magister (S2) Hukum di PPs UMI (2012) dan lanjut S3  Hukum PPs UMI tahun 2015.

Prof Dr La Ode Husen,SH,MH,salah satu penguji  Darwis Rincing ditemui Upeks usai ujian promosi menjelaskan, makin banyak anggota Polri khususnya dari Polda Sulsel melanjutkan kuliah hukum baik S2 maupun S3 sangat menggembirakan.

”Makin banyak penyandang doktor hukum di Polda Sulsel akan lebih baik, karena itu bagian dari percepatan peningkatan SDM Polri. Manfaat lain, akan mempercepat karier dan kenaikan pangkat anggota Polri, karena itu wujud penghargaan pimpinan Polri pada orang yang berpendidikan hukum.

Tak kalah pentingnya, penyandang doktor hukum di kepolisian itu juga, akan lebih memperlancar jenjang pendidikan khusus dalam internal institusi kepolisian, tandas La Ode Husen yang juga mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI itu. (arf).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!