Gelapkan Kendaraan Kredit, Polsek Panakkukang Tetapkan Empat Tersangka – UPEKS
ANEKA

Gelapkan Kendaraan Kredit, Polsek Panakkukang Tetapkan Empat Tersangka

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Penyidik Unit Reskrim Polsek Panakkukang, menetapkan empat tersangka kasus penggelapan kendaraan roda empat atau mobil  yang masih berstatus kredit di PT. Mandiri Utama Finance.

Diantaranya, Muslimim, Roslina dan Yusuf Dg Rate serta Syamsuddin status Daftar Pencarian Orang  (DPO).

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda F Harahap mengatakan, mereka ditetapkan tersangka atas laporan pihak PT. Mandiri Utama Finance. Tersangka ini
gelapkan kendaraan yang dicicil dipembiayaan tersebut. Keempat tersangka memiliki peran berbeda.

“Debitur yang bermasalah dengan pihak korban PT. Mandiri Utama Finance. Pihak korban melaporkan dua perkara dalam kasus yang sama, ” kata Ananda, Jumat  (15/2/19).

Ananda menceritakan, untuk laporan pertama korban, pihak tersangka dalam hal ini debitur mengajukan kredit mobil jenis Daihatsu Xenia, dengan biaya kredit  Rp4.540.000 per bulan.

Namun dikemudian hari, cicilan debitur tersebut menunggak atau ciderai janji yang mengakibatkan pihak kreditur mengalami kerugian material,  Rp267.860.000. Sedangkan kendaraannya dipindahtangankan ke orang lain.

“Untuk kasus itu dua tersangka Muslimin dan Syamsuddin yang kini masih DPO. Kasus ini sudah P-21 di kejaksaan, ” ucap mantan Kapolsek Ujungpandang ini.

Kemudian lanjut Ananda, laporan kedua korban tersangkanya seorang ibu rumah tangga, Roslina dan Yusuf Dg Rate. Perkaranya sama dengan kasus pertama.  Debitur mengajukan kredit ke PT. Mandiri Utama Finance.

“Tersangka mengajukan kredit mobil jenis Daihatsu Ayla ke pembiayaan itu. Tapi angsurannya menunggak atau menciderai janji antara pihak debitur ke kreditur.  Kendaraannya kemudian dipindahtangankan atau dijual, ” lanjutnya.

Akibat perbuatan tersangka, pihak debitur mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta. Para tersangka dikenakan pasal 35 dan 36 UU 42 tahun 1999 tentang jaminan  Fidusia atau pasal 378 dan 372 jo pasal 55 ayat (1) ke 1e dan pasal 56 ke 1e,2e KUHPidana.

Terpisah, Remedial Head PT. Mandiri Utama finance, Harun menerangkan, kejadian itu antara pihak kreditur dan debitur ada aspek pidana. Bisa diperkarakan  dalam hal fidusia.

“Tidak seperti biasanya opini masyarakat menganggap hanya perdata melulu saja, padahal kan ada undang-undang fidusia yang bisa pidanakan mereka, ”  terangnya. (penulis: Jay)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!