SULBAR - SULTRA

Faktor Keamanan, KPN Kolaka Batal Ukur Tanah

KOLAKA, UPEKS.co.id—Pihak Kantor Pertanahan Nasional (KPN) Kolaka yang ingin melakukan pengukuran obyek tanah di wilayah Dusun II Lawoni Desa Okooko Kecamatan Pomalaa batal dilakukan dengan faktor pertimbangan keamanan.

 

Sehingga pihak KPN Kolaka membuat berita acara pembatalan pengukuran obyek tanah tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Pomalaa AKP Gazali dalam siaran persnya kepada media ini (20/3/19) kemarin.

 

Kronologisnya kata Gazali pada(20/3/19) sekira 10.30 Wita di Dusun III Lawoni Desa Okooko Kecamatan Pomalaa akan melakukan pengukuran lanjutan pengembalian batas bidang oleh Kementrian ATR/Kantor Pertanahan Nasional Kab Kolaka terhadap Sertifikat atas nama Abd Rahman Hasan dan kawan-kawan obyeknya berada di Dusun II Lawoni Desa Okooko Kecamatan Pomalaa.

 

Namun pada saat KPN Kolaka hendak membacakan dan menjelaskan tujuan pengukuran tanah tersebut telah terjadi pertengkaran antara pihak perusahaan PT. Tambang Rejeki Kolaka(TRK) dengan Muli perwakilan pemilik sertifikat yang saling mengklaim atas objek yang dimaksud.

 

“Jadi dengan kondisi yang tidak memungkinkan itu maka pihak KPN Kolaka tidak jadi melaksanakan pengukuran dengan pertimbangan keamanan, sehingga pihak BPN membuat berita acara pembatalan pengukuran,”kata Kapolsek Gazali.

 

Dihadiri Kepala Kantor BPN Kab.Kolaka Darmin bersama staf, Sekretaris Desa(Sekdes) Oko-oko M.Nurdin, Wakapolsek Pomalaa Iptu M.Liwang bersama anggota, KBO Sat Sabhara Res Polres Kolaka Ipda Ansyar  bersama 15 orang anggota, Babinsa Oko-oko, Kepala Dusun II Lowani Desa Oko-oko Nursalam, perwakilan PT.TRK Binsar bersama karyawan sekira 30 orang, dan Abd Rahman Hasan sebagai pemilik sertifikat bersama 9 orang anggotanya.(pil)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!