ANEKA

GOJEK Sumbang Rp1,7 Triliun ke Perekonomian

 

GOJEK. Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K. Walandouw dalam konferensi pers dampak sosial ekonomi Go-jek Indonesia di Novotel Makassar grans
Shayla, Selasa (21/05/19). Ist.

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Kehadiran aplikasi transportasi online GOJEK di Kota Makassar berkontribusi cukup besar terhadap pergerakan ekonomi.
Dampak sosialnya pun sangat terasa pada kehidupan mitranya.

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), mencatat kontribusi mitra GOJEK kepada perekonomian Makassar di
tahun 2018 mencapai Rp 1,7 triliun. Kontribusi berasal dari selisih pendapatan mitra dari sebelum hingga setelah mereka bergabung di GOJEK.

Penelitian ini mencakup mitra dari tiga layanan GOJEK yaitu layanan roda-dua GO-RIDE, roda-empat GO-CAR, dan layanan pesan-antar makanan GO-FOOD.

Secara nasional, LD FEB UI mengungkapkan bahwa kontribusi mitra GOJEK ke perekonomian nasional pada tahun 2018 mencapai Rp44,2 triliun.

Hasil riset tersebut merupakan bagian dari riset yang bertajuk “Dampak GOJEK terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018.” Studi yang serupa pada  tahun 2017 menunjukkan kontribusi GOJEK dari dua layanan (roda dua dan UMKM) di Makassar mencapai Rp644 miliar.

Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K. Walandouw, menjelaskan, kontribusi yang semakin besar dari GOJEK menunjukkan bahwa teknologi mampu  mempercepat pertumbuhan ekonomi tidak hanya secara secara nasional namun ke perekonomian daerah. GOJEK sebagai pemain utama industri teknologi di  Indonesia telah menunjukkan kemampuan inovasi teknologinya untuk memperluas peluang penghasilan di daerah.

” Adapun angka kontribusi ekonomi mitra GOJEK terhadap perekonomian Makassar di tahun 2018 dari masing-masing layanan mitra pengemudi GO-RIDE  menyumbang Rp 689 milliar, mitra pengemudi GO-CAR berkontribusi Rp194 milliar dan mitra UMKM GO-FOOD kontribusinya Rp 808 milliar,” rinci Dr  Paksi dalam jumpa pers di Novotel Grand Shayla Makassar, Selasa (21/05/19).

Dibanding penelitian tahun 2017, kontribusi mitra GO-RIDE ke perekonomian di kota daeng tersebut naik lebih dari delapan kali lipat. Pertumbuhan juga  terjadi pada kontribusi mitra UMKM GO-FOOD yang naik hampir 50%.

”Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM GO-FOOD ini antara lain disebabkan oleh optimalisasi fitur teknologi GOJEK yang semakin gencar digunakan oleh  mitra UMKM GO-FOOD,” kata Paksi.

Selebihnya, rata-rata penghasilan mitra pengemudi dalam penelitian ini di atas rata-rata UMK Makassar (UMK Makassar pada tahun 2018 sebesar Rp 2,7 juta):  rata-rata pendapatan mitra GO-RIDE di Makassar Rp 4,1 juta atau lebih tinggi 1,5x dari UMK Makassar tahun 2018.

Kemudian, rata-rata pendapatan mitra GO-CAR di Makassar sebesar Rp 6,2 juta atau lebih tinggi 2,2x dari UMK Makassar tahun 2018. Tidak hanya kontribusi  secara ekonomi, penelitian ini juga menunjukkan bahwa tiga manfaat utama yang dirasakan sebagai mitra pengemudi di GOJEK adalah bisa mengatur waktu  kerja, bisa menabung, dan bisa lebih membiayai keluarga.

Dr. Paksi melanjutkan, lebih jauh mengenai manfaat yang dirasakan oleh mitra UMKM GO-FOOD, keutamaan GOJEK di bisnis pesan-antar makanan online  tercermin dari beberapa temuan yakni 93% mitra UMKM mengalami peningkatan volume transaksi, mitra UMKM mengalami 60% peningkatan rata-rata omzet
setelah menjadi mitra GO-FOOD atau tambahan penghasilan sekitar Rp 6.800.000 / bulan.

“Dan 54% UMKM yang menginvestasikan kembali pendapatannya dari GO-FOOD ke usaha mereka,” sebutnya.

Masih kata Dr. Paksi, temuan menarik lainnya adalah ternyata GOJEK menjadi pintu pertama bagi UMKM Makassar untuk masuk ke dalam digital. GOJEK  juga turut meningkatkan inklusi keuangan di daerah karena meningkatkan jumlah UMKM yang dapat menjadi bagian dari gerakan non-tunai nasional.

“Kedua hal ini terlihat dari beberapa temuan yaitu 85% mitra UMKM pertama kali menerima pembayaran non-tunai saat masuk ke GO-FOOD. 89% mitra  UMKM menyatakan mereka pertama kali go-online saat bergabung ke GO-FOOD,” urainya.

Riset ini dilakukan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Makassar dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka. Penentuan  responden penelitian dilakukan dengan pencuplikan acak sederhana (simple random sampling) dari database mitra yang aktif dalam tiga bulan terakhir.

Jumlah responden di Makassar adalah mitra pengemudi roda dua GO-RIDE (385 responden), mitra pengemudi roda empat GO-CAR (50 responden), dan mitra  UMKM GO-FOOD (100 responden). Riset ini merupakan salah satu riset dengan skala dan cakupan terbesar pada industri ekonomi digital Indonesia dengan  sampel penelitian mewakili populasi mitra pengemudi, mitra UMKM, dan GO-LIFE di wilayah penelitian. (hery).

 

 

To Top